Saya cinta produk Indonesia
suatu ketika pergi makan bersama seorang teman yang juga praktisi PR. ketika akan minum, saya tawarkan air mineral. “aqua bukan?”. dia bertanya. saya jawab:”bukan, ini aguaria. asli dari semarang. ya mungkin niru jadi namanya mirip.” saya pikir dia menolak minum kalo “aqua”nya bermerek selain aqua.
“oh, boleh. saya apa aja asal bukan aqua.”
saya heran dengan jawabannya. biasanya orang kota selalu ingin minum aqua yang beneran aqua. seperti saya yang agak sok, saya juga menolak minum air isi ulang. saya mau “aqua” yang aqua. lalu teman tersebut mengingatkan bahwa aqua kini tidak lagi milik bangsa kita. makanya dia memilih aqua versi Indonesia saja. aqua yang bukan aqua.
saya teringat. bahwa dulu aqua memang punya kita. dibuat oleh seorang bapak dari klaten. hingga pada ahun 1998 aqua kita diakuisisi oleh danone, sebuah raksasa food and beverage company. dan kini aqua bukan lagi punya kita. aqua udah jadi bule prancis. meski pendekatannya masih menggunakan unsur-unsur lokalitas (kesegaran dari mata air Indonesia, dll). aqua tidak lagi memperkaya bangsa kita.
saya jadi berkaca,jadi selama ini saya masih jauh dari cinta produk Indonesia.
sekedar renungan, atau mungkin hanya cerita tanpa makna…
saya ingin sekali mencintai Indonesia…
mencintai masyarakatnya..
mencintai negaranya..
mencintai produknya…
