<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>GEMPITA &#187; indonesia</title>
	<atom:link href="http://gempita.org/tag/indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gempita.org</link>
	<description>Generasi Muda Pecinta Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 07 Jul 2010 08:13:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Saya cinta produk Indonesia</title>
		<link>http://gempita.org/peduli-dan-cinta-tanah-air/saya-cinta-produk-indonesia/</link>
		<comments>http://gempita.org/peduli-dan-cinta-tanah-air/saya-cinta-produk-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 03:34:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elient</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peduli dan cinta tanah air]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gempita.org/uncategorized/saya-cinta-produk-indonesia/108</guid>
		<description><![CDATA[suatu ketika pergi makan bersama seorang teman yang juga praktisi PR. ketika akan minum, saya tawarkan air mineral. &#8220;aqua bukan?&#8221;. dia bertanya. saya jawab:&#8221;bukan, ini aguaria. asli dari semarang. ya mungkin niru jadi namanya mirip.&#8221; saya pikir dia menolak minum kalo &#8220;aqua&#8221;nya bermerek selain aqua. &#8220;oh, boleh. saya apa aja asal bukan aqua.&#8221; saya heran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>suatu ketika pergi makan bersama seorang teman yang juga praktisi PR. ketika akan minum, saya tawarkan air mineral. &#8220;aqua bukan?&#8221;. dia bertanya. saya jawab:&#8221;bukan, ini aguaria. asli dari semarang. ya mungkin niru jadi namanya mirip.&#8221; saya pikir dia menolak minum kalo &#8220;aqua&#8221;nya bermerek selain aqua.<br />
&#8220;oh, boleh. saya apa aja asal bukan aqua.&#8221;<br />
saya heran dengan jawabannya. biasanya orang kota selalu ingin minum aqua yang beneran aqua. seperti saya yang agak sok, saya juga menolak minum air isi ulang. saya mau &#8220;aqua&#8221; yang aqua. lalu teman tersebut mengingatkan bahwa aqua kini tidak lagi milik bangsa kita. makanya dia memilih aqua versi Indonesia saja. aqua yang bukan aqua.<br />
saya teringat. bahwa dulu aqua memang punya kita. dibuat oleh seorang bapak dari klaten. hingga pada ahun 1998 aqua kita diakuisisi oleh danone, sebuah raksasa food and beverage company. dan kini aqua bukan lagi punya kita. aqua udah jadi bule prancis. meski pendekatannya masih menggunakan unsur-unsur lokalitas (kesegaran dari mata air Indonesia, dll). aqua tidak lagi memperkaya bangsa kita.<br />
saya jadi berkaca,jadi selama ini saya masih jauh dari cinta produk Indonesia.<br />
sekedar renungan, atau mungkin hanya cerita tanpa makna&#8230;<br />
saya ingin sekali mencintai Indonesia&#8230;<br />
mencintai masyarakatnya..<br />
mencintai negaranya..<br />
mencintai produknya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gempita.org/peduli-dan-cinta-tanah-air/saya-cinta-produk-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jogja terkena puting beliung.. (LAGI!!)</title>
		<link>http://gempita.org/peduli-sesama/jogja-terkena-puting-beliung-lagi/</link>
		<comments>http://gempita.org/peduli-sesama/jogja-terkena-puting-beliung-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 10:17:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gempita.org</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peduli sesama]]></category>
		<category><![CDATA[angin]]></category>
		<category><![CDATA[angin puting beliung]]></category>
		<category><![CDATA[beliung]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[gadjah]]></category>
		<category><![CDATA[generasi]]></category>
		<category><![CDATA[gondolayu]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[kampus]]></category>
		<category><![CDATA[mada]]></category>
		<category><![CDATA[mirota]]></category>
		<category><![CDATA[muda]]></category>
		<category><![CDATA[ugm]]></category>
		<category><![CDATA[universitas]]></category>
		<category><![CDATA[universitas gadjah mada]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gempita.org/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Provinsi DIY kembali diuji kesabarannya.. Pada Februari 2007 Kota Jogja di terjang puting beliung tepatnya di daerah Lempuyangan, dan sekarang daerah Universitas Gadjah Mada yang sedang diuji.. berdasarkan pengamatan titik kehancuran, angin tersebut berawal dari jembatan Gondolayu (McD) dan bergerak kearah utara dan menghilang didaerah sekitar RS. Sardjito. Kerusakan tampak pada rumah-rumah, toko-toko sekitar terban, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Provinsi DIY kembali diuji kesabarannya.. Pada Februari 2007 Kota Jogja di terjang puting beliung tepatnya di daerah Lempuyangan, dan sekarang daerah Universitas Gadjah Mada yang sedang diuji.. berdasarkan pengamatan titik kehancuran, angin tersebut berawal dari jembatan Gondolayu (McD) dan bergerak kearah utara dan menghilang didaerah sekitar RS. Sardjito. Kerusakan tampak pada rumah-rumah, toko-toko sekitar terban, mirota kampus, gramedia, kopma UGM, Bank BNI 46, Bank Mandiri, dan masih banyak lagi.. Sedangkan pohon-pohon bertumbangan dimana-mana,, hingga saat ini jalan ke arah daerah bencana masih ditutup untuk umum..</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi para Generasi Muda Indonesia, singsingkan lengan baju, ulurkan tanganmu, berikanlah bantuan sebesar yang kau mampu.. Bencana masih akan terus terjadi, dan kita tidak tahu kapan dan dimana bencana itu akan terjadi, persiapkanlah diri dan kuatkan hati.. Semoga Tuhan memberkati kita..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gempita.org/peduli-sesama/jogja-terkena-puting-beliung-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Laskar Pelangi, sisi lain pendidikan di Indonesia</title>
		<link>http://gempita.org/peduli-sesama/film-laskar-pelangi-sisi-lain-pendidikan-di-indonesia/</link>
		<comments>http://gempita.org/peduli-sesama/film-laskar-pelangi-sisi-lain-pendidikan-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Sep 2008 16:24:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Frenia Nababan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peduli sesama]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[laskar]]></category>
		<category><![CDATA[pelangi]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[sisi lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gempita.org/home/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Buat teman-teman yang saat ini tinggal di Indonesia, pastinya sudah pada tahu kalo film ini lagi jadi berita di Indonesia&#8230;atau bahkan sudah ada yang menonton sampe berkali-kali. .Film ini diangkat dari tetralogi pertama novel karya Andrea Hirata dengan judul novel yang sama dengan filmnya. Novel dan filmnya bercerita tentang perjuangan 10 orang anak untuk mendapatkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Buat teman-teman yang saat ini tinggal di Indonesia, pastinya sudah pada tahu kalo film ini lagi jadi berita di Indonesia&#8230;atau bahkan sudah ada yang menonton sampe berkali-kali. <img src='http://gempita.org/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' />  .Film ini diangkat dari tetralogi pertama novel karya Andrea Hirata dengan judul novel yang sama dengan filmnya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><a href="http://gempita.org/wp-content/uploads/2008/09/images.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-23" title="images" src="http://gempita.org/home/wp-content/uploads/2008/09/images.jpg" alt="" width="83" height="120" /></a> <a href="http://gempita.org/wp-content/uploads/2008/09/lp-the-movie.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-24" title="lp-the-movie" src="http://gempita.org/home/wp-content/uploads/2008/09/lp-the-movie.jpg" alt="" width="211" height="300" /></a>Novel dan filmnya bercerita tentang perjuangan 10 orang anak untuk mendapatkan pendidikan dasar di Indonesia. 10 anak yang luar biasa: Ikal, Lintang, Mahar, Harun, dkk adalah representasi dari anak-anak bangsa ini yang termajinalisasi oleh sistem pendidikan di tanah kelahiran sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Banyak diantara kita yang mungkin mampu untuk menyelesaikan pendidikan dasar dan terfasilitasi untuk meneruskan pendidikan setinggi-tingginya, namun tidak bagi 10 tokoh anak Belitong ini, untuk mendapatkan pendidikan tingkat dasar saja, mereka harus berjuang dengan cara mereka sendiri-sendiri. Ada yang harus setiap sekolah menghadapi buaya, menghadapi keterbatasan fisik, menghadapi lingkungan sosial, dan berbagai masalah lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Tidak hanya 10 tokoh anak itu yang menginspirasi, beberapa tokoh lain seperti bu guru, pak kepala sekolah, petinggi yang baik hati, yang kemudian membentuk satu kesatuan positif bahwa masih ada orang-orang Indonesia yang memiliki nilai dan idealisme yang tidak dapat dibeli dengan materi. Ini cerita dari Belitong, saya yakin masih ada lagi keadaan seperti ini di belahan bumi Indonesia yang lain. Saya tidak ingin menyalahkan sistem, tidak ingin mencari kambing hitam dari adanya sisi lain (sisi ketidakadilan pendidikan) yang terjadi di Bumi kita yang *katanya* kaya raya ini. Menyalahkan tanpa memberi solusi hanya mengecewakan diri sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Berkaca, itulah makna yang saya dapatkan ketika menonton film ini. Pertama-tama &#8220;Kaca&#8221; itu memberikan pantulan diri saya sendiri, betapa saya harus lebih banyak berusaha untuk meningkatkan kualitas sebagai pribadi, bukan dengan cara yang mengada-adakan penghalang, tapi mencari-cari peluang.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian &#8220;kaca&#8221; itu juga memantulkan pemandangan di sekitar saya dan membuat saya bertanya-tanya, apa yang bisa saya lakukan untuk membuat satu saja anak di Indonesia yang kurang mampu dapat terbantu.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Kemudian ketika layar film mulai ditutup dengan credit title, saya merasa harus menuliskan ini. Bukan sebagai ajang promosi film, yang menurut saya tidak lagi perlu dipromosikan. Tapi mari kita melihat sisi lain pendidikan di Indonesia, mungkin teman-teman lebih banyak dapat berbuat sesuatu yang baik  bagi Indonesia, dibandingkan saya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Bagi para pemimpin bangsa ini, Bapak SBY dan JK serta jajaran menterinya dan para petinggi-petinggi lainnya, semoga ketika mereka melihat film ini hati mereka jauh lebih tergerak dari pada saya&#8230;Dan semoga ketika itu terjadi, lebih banyak anak-anak Indonesia di wilayah manapun, menjadi lebih berani untuk mengejar &#8220;Pelangi&#8221; mereka sendiri&#8230;<a href="http://gempita.org/wp-content/uploads/2008/09/lp2.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-25" title="lp2" src="http://gempita.org/home/wp-content/uploads/2008/09/lp2.jpg" alt="" width="131" height="88" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gempita.org/peduli-sesama/film-laskar-pelangi-sisi-lain-pendidikan-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
