Saya cinta produk Indonesia

March 13, 2009 by · 8 Comments
Filed under: Peduli dan cinta tanah air 

suatu ketika pergi makan bersama seorang teman yang juga praktisi PR. ketika akan minum, saya tawarkan air mineral. “aqua bukan?”. dia bertanya. saya jawab:”bukan, ini aguaria. asli dari semarang. ya mungkin niru jadi namanya mirip.” saya pikir dia menolak minum kalo “aqua”nya bermerek selain aqua.
“oh, boleh. saya apa aja asal bukan aqua.”
saya heran dengan jawabannya. biasanya orang kota selalu ingin minum aqua yang beneran aqua. seperti saya yang agak sok, saya juga menolak minum air isi ulang. saya mau “aqua” yang aqua. lalu teman tersebut mengingatkan bahwa aqua kini tidak lagi milik bangsa kita. makanya dia memilih aqua versi Indonesia saja. aqua yang bukan aqua.
saya teringat. bahwa dulu aqua memang punya kita. dibuat oleh seorang bapak dari klaten. hingga pada ahun 1998 aqua kita diakuisisi oleh danone, sebuah raksasa food and beverage company. dan kini aqua bukan lagi punya kita. aqua udah jadi bule prancis. meski pendekatannya masih menggunakan unsur-unsur lokalitas (kesegaran dari mata air Indonesia, dll). aqua tidak lagi memperkaya bangsa kita.
saya jadi berkaca,jadi selama ini saya masih jauh dari cinta produk Indonesia.
sekedar renungan, atau mungkin hanya cerita tanpa makna…
saya ingin sekali mencintai Indonesia…
mencintai masyarakatnya..
mencintai negaranya..
mencintai produknya…

Memaknai Kehilangan

October 9, 2008 by · 10 Comments
Filed under: Peduli diri sendiri 

BudhiPatria Listyawan Setia Joeangkara Sihombing Nababan.(Budhi)

Anak pertama dari 5 bersaudara, My beloved brother..telah dipanggil olehNYA pada hari ke-3 lebaran, setelah koma selama 2×24 jam di rumah sakit.

Hari istimewa seperti Lebaran, lewat begitu saja dalam hitungan kami, ketika kami dihadapkan oleh waktu yang dihitung menit demi menit, jam demi jam, menunggu kesadarannya kembali.

Kami sekeluarga, saudara-saudara, teman-teman, tetangga, semua merasa tersentak…merasa kecolongan. Bukan tanpa sebab kami merasa seperti itu, Almarhum adalah orang yang penuh vitalitas hidup. Pantang menyerah menghadapi apapun halangan yang dihadapinya, meskipun dia dilahirkan tidak dapat mendengar, namun tidak pernah kami melihatnya takut, minder atau merasa terbatas. Namun sebaliknya, ketika orang-orang melakukan 100 % untuk belajar, maka dia mengusahakan 150%. Ketika kami berkomunikasi dan menjalin pertemanan dengan 10 orang, dengan caranya sendiri dia dapat membuatnya 10 kali lebih banyak.

Beberapa hari setelah kepergiannya, kami mengalami penyesalan yang mendalam. Tidak cukup berkomunikasi, tidak cukup menyayangi, tidak cukup menemani, terlalu sibuk dengan urusan sendiri, hanya sebagian kecil diantara penyesalan -penyesalan kami. Hingga pada suatu hari kata-kata menggema ditelinga kami, Tuhan Lebih TahuMaknai dengan Hati, karena logika, tidak akan pernah membuat kita rela.

Maka inilah yang kami dapatkan dari memaknai :

Dia mengajarkan kami untuk berhenti, menyapa, melayani dan berbicara dengan semua orang, seperti selayaknya semua manusia ingin dihargai.

Dia mengajarkan kami untuk tidak pernah menyerah. (Ketika dia mengatasi keterbatasannya dari lahir dengan mandiri, maka keterbatasan dalam hidup yang kami ciptakan sendiri harus mampu kami lewati)

Dia mengajarkan kami berbicara dan mencinta dengan cara yang berbeda. Ketika kata terbataskan jumlahnya, maka keberadaan hidup yang ditanggung bersama adalah inti dari cinta.

Disinilah kami berada, di tepi kehilangan.

Tepi dimana kesedihan mengangga dengan lebar

Diantara penyesalan atau impian-impian

Ujung diantara terperosok jatuh atau melangkah lebih maju dan jauh

Diantara menyesali kematian atau memaknai kehidupan…

Kami harus memilih…

Dengan cinta dan semangatnya yang akan terus hidup dihati kami,

kami memilih untuk mengejar impian, melangkah maju dan memaknai kehidupan

Untuk kehidupan kami sendiri dan untuk kehidupan dan mimpi-mimpinya..

Selamat jalan Anak, Abang, Saudara dan teman kami tercinta Patria/Budhi…

Kami yakin Tuhan lebih tahu dan mampu untuk memaknai hidup dan menyayangimu…

Terimakasih untuk saudara, teman-teman yang berada disisi kami, mengulurkan simpati dan membantu kami memaknai…semoga hidup Almarhum memberikan kita semua inspirasi..