Perempuan dan Bahasa
Aku adalah Subjek
Ketika aku diwakilkan dalam kalimat
“Bapak membaca koran dan Ibu menanak nasi”
atau
Saat kesejajaran menjadi tema yang membumi
Dalam bentuk emansipasi yang sepenuh atau setengah hati
Aku adalah Predikat
Ketika hanya aku yang mewakili satu kata
Saat aku ada dan bisa mengada
Melahirkan nyawa ke dunia dan bahagia karenanya
Aku adalah Objek
Ketika aku indah dan dikagumi
Dengan membendakan diri sendiri
Mendirikan harga dari benda
Aku adalah Keterangan
Menjadi milik dan kepemilikan
Ketika aku jadi karena menjadi
Dan sapaan untukku menjadi terwakilkan
“Apakabar Nyonya…?”
Aku adalah perilaku
Ketika aku, kamu, dan kita tidak saling malu
Saat aku menuntut ilmu, kamu menjemur baju
Saat aku menangis dan kamu menangis bersamaku
Dan Aku mencintaimu karena itu
Dan Kamu mencintaiku karena itu
Aku adalah Perempuan
Ketika aku, kamu, dan kita bisa berbagi peran
Tanpa saling mempertanyakan
Aku adalah Perempuan
Aku tidak sekedar tanda atau kata
Ketika aku, kamu dan kita memilih untuk memaknainya
Di buat di Semarang Maret 2008….
Dan untuk menyambut Hari Kartini tahun 2010 ini, ada satu pemikiran yang menyentak dan mengelitik yang dilontarkan oleh seorang tokoh perempuan di Indonesia yang baru-baru ini saya baca komentarnya di koran, sayangnya saya tidak ingat namanya. Beliau mengatakan, pada zamannya, RA Kartini berjuang untuk menjadi beda dari mayoritas perempuan di lingkungannya terutama dalam hal pendidikan.Lalu, pada zaman ini mengapa banyak perempuan-perempuan yang ingin menjadi ‘Sama?” Sama putih, sama tinggi, sama bentuk badan, sama jenis rambut, dan sama yang lainnya?
Apakah itu berarti emansipasi kita yang berjalan mundur atau keadaan lingkungan kita yang tidak pernah statis?
Mungkin memang kita masih dan harus terus memperjuangkan emansipasi;
bukan hanya dari bentuk penjajahan dan ketidakadilan yang tampak, tapi juga bagi yang tidak tampak;
bukan untuk menjadi sekedar sama atau beda, Tapi agar lingkungan dan manusia-manusia yang hidup di dalamnya mau menerima, menghargai, dan mencintai segala bentuk perbedaan di dalam dan diluar diri sebuah kata dan makna dari PEREMPUAN.
Selamat Hari Kartini!!!
_Semoga Emansipasi tetap menjadi Inspirasi_
April 21st, 2010
Frenia Nababan 
Posted in
Tags:


