Dunia tanpa Suara

February 19, 2009 by · 4 Comments
Filed under: Peduli sesama 

Pernah membayangkan gak teman-teman, bagaimana rasanya ketika dunia disekeliling kita tak bersuara? atau yang lebih menyiksa, ketika kita tahu ada banyak suara disana namun kita tidak bisa menangkapnya. Kita tidak bisa menikmati lagu-lagu, tidak bisa mendengar seseorang memanggil nama kita, atau ketika seseorang membisikkan kata sayang ditelinga.

Mungkin suara bagi kita sama artinya seperti: ………………. serangkaian titik yang tidak kita mengerti atau suara adalah serangkaian kode seperti @*&%568$#@#*_)*654….975+=)*( kumpulan-kumpulan makna yang kita tidak akan pernah memahaminya..

Ketika 1 + 1 harus jadi 2 di dalam dunia kita, maka suara yang kita dengar = bunyi yang kita keluarkan.

Jadi, ketika telinga kita tuna rungu (tidak bisa mendengar) maka akan otomatis kita menjadi tuna wicara. Namun tidak berlaku sebaliknya…

“I cursed the fact i had no shoes until I met a man who had no feet” Persian proverb

taken from Robin Shamra’s book.”

Kebetulan itulah yang saya alami beberapa minggu yang lalu. Jadi ceritanya, saya beruntung mewakili GEMPITA  berkunjung ke yayasan SEHJIRA (yayasan tuna rungu sehat jiwa dan raga). Banyak makna yang bisa dipelajari. Terutama, Saya SALUT sama pengurus-pengurus yayasan, hampir semua dari mereka tuna rungu dan mereka berusaha untuk memperjuangkan agar hak-hak mereka dalam pekerjaan, pendidikan dan masyarakat sejajar dengan orang-orang yang lain. HEBAT.

Show “Dunia tanpa Suara”

  1. dian posted the following on 19 February 2009 at 9:53 am.

    Satu hal yang saya pelajari dari teman-teman tuna rungu (saya kebetulan 2 minggu lalu bersama Azeeza mengunjungi SLB di Semarang) bahwa kejujuran mereka harus kita acungi jempol. Saya sangat ingin menjadi seperti mereka dalam hal kejujuran. Tidak terpikir sedikitpun di kepala mereka untuk memanipulasi apapun. Bukankah seharusnya demikian juga hidup kita?
    Doakan agar tulisan tentang tuna rungu yang sedang saya kerjakan segera selesai. Tidak sabar untuk membuka mata dunia bersama-sama.

    Reply to dian
  2. pandora posted the following on 20 February 2009 at 6:35 am.

    thanks,sist..udah jd perwakilan kita2 dsana;)
    berharap seandainya saat gua dsana bisa meluangkan wkt sejenak utk ksana,maybe next time…please keep on the good work in Sehjira,ok?send me all the news…
    dari dulu pengen bgt ada kesempatan utk belajar bhs isyarat,tp entah kpn bsa kesampaian? sebenarnya mrkpun g ingin kita perlakukan istimewa,mrk hanya ingin kita perlakukan sama…so,just help them..because there´re have the right to shine also…^_^

    Reply to pandora
  3. wiwit posted the following on 21 February 2009 at 10:30 pm.

    satu hal yang saya pelajari dari mereka bahwa untuk mendengar tidak harus menggunakan telinga. kadang kita harus belajar untuk mendengar yang tak bersuara dan melihat yang tak tampak. Banyak cara untuk bisa mengerti dan memahami orang lain bukan begitu? begitu….!!!!

    Reply to wiwit
  4. Mitha posted the following on 10 March 2009 at 11:26 am.

    Saya ingin sekali berbagi kepada semua orang yang memiliki teman tuna rungu, sebab orang sering beranggapan kalau teman tuna rungu itu tidak bisa berbicara dengan lancar. Saya ingin tunjukkan bahwa yang tuna rungu bisa berbicara dengan lancar dan baik sebagaimana orang mendengar. Saya ingin menginformasikannya kepada semua orang.

    Reply to Mitha

Leave a reply