Menjadi Bahagia
Setiap orang pasti punya banyak keinginan; ingin punya mobil, ingin langsing ingin gaji besar, ingin ini; ingin itu dan ingin ingin yang lainnya, tapi apa reaksi kita ketika keinginan tersebut tidak terpenuhi? kita semua pasti akan menjawab sama ‘KECEWA’ kita akan merasa susah selamanya.
Lalu bagaimana jika keinginan tersebut terpenuhi? maka kita akan merasa senang.
Seorang teman dikantor sudah seminggu ini uring uringan karena keinginannya untuk mendapat bonus tahunan tidak terpenuhi, dia merasa sebagai karyawan yang terzolimi dan sebagai karyawan paling sengsara. Dia melihat bahwa kami, teman temannya yang mendapatkan bonus dianggap selalu merasa senang diatas penderitaannya. Saya pun sempat berpikir bahwa teman yang mendapatkan bonus terbesar pasti yang merasa paling senang.
tapi betulkah begitu?
Setelah dipikir pikir, sepertinya tidak seperti itu juga, buktinya teman saya yang saya ketahui mendapat bonus cukup besar, terlihat muram mukanya, dia tidak seceria yang dulu dan ternyata itu karena konsekuensi dari bonus yang diterimanya. Apa yang didapat tentu saja harus sesuai dengan yang dihasilkan dan konsekuensinya dia harus bekerja lebih ‘berat’ dibandingkan temannya yang lain.
Dari apa yang saya alami tersebut, saya menyadari bahwa belum tentu ketika keinginan kita tercapai maka kita akan bahagia, karena mungkin akan muncul konsesukensi dari hal yang kita capai tersebut. Timbul pertanyaan dalam benak saya, bagaimana supaya kita bisa selalu merasa senang?

Like This a lot…
“Yang Menangis adalah yang berpunya, Yang berpunya adalah yang kehilangan, Yang kehilangan adalah mereka yang ingin” _Ki Ageng SM_
Memang orang-orang jaman dulu sepertinya lebih bijak dalam memahami hidup…Betul??
Reply to Frenia Nababan@ Frey i Like that quote….”Ki Ageng SM”
Reply to wiwitasriwulandarinice post..tulisannya sangat inspiratif Mbak.. memang benar bahwa utk bahagia kita harus memiliki rasa yg tepat..
Reply to cutuntuk referensi bahagia yang lain mungkin mbak wiwit bisa baca buku authentic happiness-nya Martin Seligman
kurang lebih itu berisi bahwa untuk menjadi bahagia kita butuh 1 hal. yaitu berfikir positif..
Konsekuensi dari kehilangan penglihatan saya adalah mendapatkan keluarga-keluarga baru yang hebat seperti Gempita.
Reply to Blindman Jackthanks Cut, okelahkalobegitu pinjem bukunya ya hehehe…
Reply to wiwitasriwulandariGood thoughts… thank you…
Reply to Tendy Gunawansebagai penganut filosofi buddhis, saya sangat setuju dengan tulisan ini.. menurut filosofi, keterikatan pada segala sesuatu yang tidak abadi di bumi akan menciptakan penderitaan… termasuk akan harta…
ada prinsip, jika sedang “senang” untuk tidak “terlalu senang”, jika “sedih” untuk tidak “terlalu sedih”… semua middle way, menyadari bahwa segala sesuatu itu fana dan tidak abadi.. begitulah kira2…
@aa Tendy, Kalo untuk pemikiran-pemikiran soal hidup sepertinya pemikir-pemikir timur juga hebat-hebat ya.Kayak Confucius, dll..tapi sepertinya pemikir2 Indonesia kurang terekspos ya? padahal sepertinya gak sedikit..any other reference??
Reply to Frenia Nababanpinter juga loe, gw jadi ngeh skr…
Reply to raditjadi, apa yg terikat di bumi juga akan terikat di surga, dan apa yg terlepas di bumi juga akan terlepas di surga. so…kebahagiaan itu sebuah anugerah…he he he
Reply to raditWowww…
Sebenernya tanpa saya sadari, saya sudah mempraktekan filosofi ini. Hehehe…
Intinya hidup bahagia itu adalah hidup bersahaja. Tidak semua hal yang kita mau adalah hal yang kita butuhkan. Dan jangan ngeliat ke atas mulu. Pegel!!! Sering2 ngeliat ke bawah… Hehee…
Reply to Novan Wahyudi@ Mas radit n om radit…baru tau ya kalo pinter, udah dari dulu wkwkwkwk… kalo kata Tong Sam Chong as gurunya si kera sakti “isi adalah kosong; kosong adalah isi”
Reply to wiwitasriwulandari@ Ko Ten berarti yang sedang sedang saja ya ^_^
@ Novan waahhhh anda sungguh luar biasa kalau begitu, mungkin tanpa disadari anda adalah keturunan dari Ki Ageng SM? ^_^
cuma mo ikutan berbagi quote
“People love others not for who they are but for how they make them feel” ~ Irwin Federman ~
hehehehe nyari quote yang pake bahasa jawa ga nemu…^_^
Reply to Rielanboleh mbak,,
sebenarnya makna dari kata-kata bijak para filsuf sangat luas namun kita sebagai manusia yang mengaku modern yang kurang bijak dalam memaknai arti “wejangan” mereka..
bagi saya bahagia adalah bisa membahagiakan orang lain mbak..
Reply to cutwuah wiwito mantapo!!
Reply to Ryan Botaxjadi penasaran membenahi diri dengan 6-sa: sapenake, sabutuhe, saperlune, sacukupe, samestine, dan sabenere. hidup wiwit!! hidup Ki Ageng!! ketokke kalian berdua cocok, kapan melangsukan pernikahan? *kaburrrrrrrr
Sebentar lagi bisa jadi Nyi ajeng wiwit..kikiki..*ikutan kabur..
Reply to Frenia Nababan@ Ryan Botak n Fre Baban , Nyi Ajeng Wiwit dan Ki Ageng SM qeqeqeqeqe…nanti tolong kalian berdua aku sewa jadi EO pernikahan ya, inget loh temanya percampuran antara surgawi dan duniawi, jangan lupa undang SUltan Hasanudin dan pangeran Diponegoro…dan inget kalo hidup itu Mulur-Mungkret ^_^
Reply to wiwitasriwulandari