Menjadi Bahagia

Setiap orang pasti punya banyak keinginan; ingin punya mobil, ingin langsing ingin gaji besar, ingin ini; ingin itu dan ingin ingin yang lainnya, tapi apa reaksi kita ketika keinginan tersebut tidak terpenuhi? kita semua pasti akan menjawab sama ‘KECEWA’ kita akan merasa susah selamanya.

Lalu bagaimana jika keinginan tersebut terpenuhi? maka kita akan merasa senang.

Seorang teman dikantor sudah seminggu ini uring uringan karena keinginannya untuk mendapat bonus tahunan tidak terpenuhi, dia merasa sebagai karyawan yang terzolimi dan sebagai karyawan paling sengsara. Dia melihat bahwa kami, teman temannya yang mendapatkan bonus dianggap selalu merasa senang diatas penderitaannya. Saya pun sempat berpikir bahwa teman yang mendapatkan bonus terbesar pasti yang merasa paling senang.
tapi betulkah begitu?
Setelah dipikir pikir, sepertinya tidak seperti itu juga, buktinya teman saya yang saya ketahui mendapat bonus cukup besar, terlihat muram mukanya, dia tidak seceria yang dulu dan ternyata itu karena konsekuensi dari bonus yang diterimanya. Apa yang didapat tentu saja harus sesuai dengan yang dihasilkan dan konsekuensinya dia harus bekerja lebih ‘berat’ dibandingkan temannya yang lain.

Dari apa yang saya alami tersebut, saya menyadari bahwa belum tentu ketika keinginan kita tercapai maka kita akan bahagia, karena mungkin akan muncul konsesukensi dari hal yang kita capai tersebut. Timbul pertanyaan dalam benak saya, bagaimana supaya kita bisa selalu merasa senang?

Show “Menjadi Bahagia”

  1. Frenia Nababan posted the following on 23 May 2010 at 11:00 pm.

    Like This a lot…

    “Yang Menangis adalah yang berpunya, Yang berpunya adalah yang kehilangan, Yang kehilangan adalah mereka yang ingin” _Ki Ageng SM_

    Memang orang-orang jaman dulu sepertinya lebih bijak dalam memahami hidup…Betul??

    Reply to Frenia Nababan
  2. wiwitasriwulandari posted the following on 23 May 2010 at 11:45 pm.

    @ Frey i Like that quote….”Ki Ageng SM”

    Reply to wiwitasriwulandari
  3. cut posted the following on 24 May 2010 at 9:11 am.

    nice post..tulisannya sangat inspiratif Mbak.. memang benar bahwa utk bahagia kita harus memiliki rasa yg tepat.. :)
    untuk referensi bahagia yang lain mungkin mbak wiwit bisa baca buku authentic happiness-nya Martin Seligman
    kurang lebih itu berisi bahwa untuk menjadi bahagia kita butuh 1 hal. yaitu berfikir positif.. :)

    Reply to cut
  4. Blindman Jack posted the following on 24 May 2010 at 10:10 am.

    Konsekuensi dari kehilangan penglihatan saya adalah mendapatkan keluarga-keluarga baru yang hebat seperti Gempita.

    Reply to Blindman Jack
  5. wiwitasriwulandari posted the following on 24 May 2010 at 11:54 am.

    thanks Cut, okelahkalobegitu pinjem bukunya ya hehehe…

    Reply to wiwitasriwulandari
  6. Tendy Gunawan posted the following on 24 May 2010 at 2:19 pm.

    Good thoughts… thank you…
    sebagai penganut filosofi buddhis, saya sangat setuju dengan tulisan ini.. menurut filosofi, keterikatan pada segala sesuatu yang tidak abadi di bumi akan menciptakan penderitaan… termasuk akan harta…
    ada prinsip, jika sedang “senang” untuk tidak “terlalu senang”, jika “sedih” untuk tidak “terlalu sedih”… semua middle way, menyadari bahwa segala sesuatu itu fana dan tidak abadi.. begitulah kira2… :)

    Reply to Tendy Gunawan
  7. Frenia Nababan posted the following on 24 May 2010 at 3:01 pm.

    @aa Tendy, Kalo untuk pemikiran-pemikiran soal hidup sepertinya pemikir-pemikir timur juga hebat-hebat ya.Kayak Confucius, dll..tapi sepertinya pemikir2 Indonesia kurang terekspos ya? padahal sepertinya gak sedikit..any other reference??

    Reply to Frenia Nababan
  8. radit posted the following on 24 May 2010 at 3:47 pm.

    pinter juga loe, gw jadi ngeh skr…

    Reply to radit
  9. radit posted the following on 24 May 2010 at 3:51 pm.

    jadi, apa yg terikat di bumi juga akan terikat di surga, dan apa yg terlepas di bumi juga akan terlepas di surga. so…kebahagiaan itu sebuah anugerah…he he he

    Reply to radit
  10. Novan Wahyudi posted the following on 24 May 2010 at 4:09 pm.

    Wowww…

    Sebenernya tanpa saya sadari, saya sudah mempraktekan filosofi ini. Hehehe…

    Intinya hidup bahagia itu adalah hidup bersahaja. Tidak semua hal yang kita mau adalah hal yang kita butuhkan. Dan jangan ngeliat ke atas mulu. Pegel!!! Sering2 ngeliat ke bawah… Hehee…

    Reply to Novan Wahyudi
  11. wiwitasriwulandari posted the following on 24 May 2010 at 4:35 pm.

    @ Mas radit n om radit…baru tau ya kalo pinter, udah dari dulu wkwkwkwk… kalo kata Tong Sam Chong as gurunya si kera sakti “isi adalah kosong; kosong adalah isi”
    @ Ko Ten berarti yang sedang sedang saja ya ^_^
    @ Novan waahhhh anda sungguh luar biasa kalau begitu, mungkin tanpa disadari anda adalah keturunan dari Ki Ageng SM? ^_^

    Reply to wiwitasriwulandari
  12. Rielan posted the following on 24 May 2010 at 5:39 pm.

    cuma mo ikutan berbagi quote

    “People love others not for who they are but for how they make them feel” ~ Irwin Federman ~

    hehehehe nyari quote yang pake bahasa jawa ga nemu…^_^

    Reply to Rielan
  13. cut posted the following on 25 May 2010 at 8:50 am.

    boleh mbak,,

    sebenarnya makna dari kata-kata bijak para filsuf sangat luas namun kita sebagai manusia yang mengaku modern yang kurang bijak dalam memaknai arti “wejangan” mereka..

    bagi saya bahagia adalah bisa membahagiakan orang lain mbak.. :)

    Reply to cut
  14. Ryan Botax posted the following on 25 May 2010 at 9:36 am.

    wuah wiwito mantapo!!
    jadi penasaran membenahi diri dengan 6-sa: sapenake, sabutuhe, saperlune, sacukupe, samestine, dan sabenere. hidup wiwit!! hidup Ki Ageng!! ketokke kalian berdua cocok, kapan melangsukan pernikahan? *kaburrrrrrrr

    Reply to Ryan Botax
  15. Frenia Nababan posted the following on 25 May 2010 at 10:38 pm.

    Sebentar lagi bisa jadi Nyi ajeng wiwit..kikiki..*ikutan kabur..

    Reply to Frenia Nababan
  16. wiwitasriwulandari posted the following on 26 May 2010 at 8:58 am.

    @ Ryan Botak n Fre Baban , Nyi Ajeng Wiwit dan Ki Ageng SM qeqeqeqeqe…nanti tolong kalian berdua aku sewa jadi EO pernikahan ya, inget loh temanya percampuran antara surgawi dan duniawi, jangan lupa undang SUltan Hasanudin dan pangeran Diponegoro…dan inget kalo hidup itu Mulur-Mungkret ^_^

    Reply to wiwitasriwulandari

Leave a reply