Patria Listyawan Setia Joeangkara Sihombing Nababan.(Budhi)
Anak pertama dari 5 bersaudara, My beloved brother..telah dipanggil olehNYA pada hari ke-3 lebaran, setelah koma selama 2×24 jam di rumah sakit.
Hari istimewa seperti Lebaran, lewat begitu saja dalam hitungan kami, ketika kami dihadapkan oleh waktu yang dihitung menit demi menit, jam demi jam, menunggu kesadarannya kembali.
Kami sekeluarga, saudara-saudara, teman-teman, tetangga, semua merasa tersentak…merasa kecolongan. Bukan tanpa sebab kami merasa seperti itu, Almarhum adalah orang yang penuh vitalitas hidup. Pantang menyerah menghadapi apapun halangan yang dihadapinya, meskipun dia dilahirkan tidak dapat mendengar, namun tidak pernah kami melihatnya takut, minder atau merasa terbatas. Namun sebaliknya, ketika orang-orang melakukan 100 % untuk belajar, maka dia mengusahakan 150%. Ketika kami berkomunikasi dan menjalin pertemanan dengan 10 orang, dengan caranya sendiri dia dapat membuatnya 10 kali lebih banyak.
Beberapa hari setelah kepergiannya, kami mengalami penyesalan yang mendalam. Tidak cukup berkomunikasi, tidak cukup menyayangi, tidak cukup menemani, terlalu sibuk dengan urusan sendiri, hanya sebagian kecil diantara penyesalan -penyesalan kami. Hingga pada suatu hari kata-kata menggema ditelinga kami, Tuhan Lebih Tahu…Maknai dengan Hati, karena logika, tidak akan pernah membuat kita rela.
Maka inilah yang kami dapatkan dari memaknai :
Dia mengajarkan kami untuk berhenti, menyapa, melayani dan berbicara dengan semua orang, seperti selayaknya semua manusia ingin dihargai.
Dia mengajarkan kami untuk tidak pernah menyerah. (Ketika dia mengatasi keterbatasannya dari lahir dengan mandiri, maka keterbatasan dalam hidup yang kami ciptakan sendiri harus mampu kami lewati)
Dia mengajarkan kami berbicara dan mencinta dengan cara yang berbeda. Ketika kata terbataskan jumlahnya, maka keberadaan hidup yang ditanggung bersama adalah inti dari cinta.
October 9th, 2008
Frenia Nababan
Posted in
Tags: 


Good Bye My Beloved Brother.. and See You.. when i see you..
Love You..
Reply to gempita.orggood bye my beloved brother…sempat terasa berat utk pergi meninggalkan Indo. Namun, rasa sesal ,maaf yg tak sempat terucap ,rasa kehilangan yg begtu besar hrs gua atasin dan satu2nya cara yg gua tau adalah membuat mimpiku menjadi nyata…karena mimpiku adalah mimpinya jg…
Reply to pandorahanya ini cara yg ku tahu utk menunjukkan betapa aku menyayanginya..
love you my brother and always will…
Budhi, aku memang tidak mengenalmu selama orang yang bersamamu sejak lahir, tapi tidak sulit untuk mencintaimu. Darimu aku belajar untuk selalu mensyukuri nikmat. Dan sekarang, darimu juga aku belajar untuk selalu siap. Aku ingin kalau saatnya tiba, bisa sepertimu yang tersenyum sambil melangkah pulang.
Reply to DianBudhi, aku yakin kamu tidak benar-benar meninggalkan adik-adikmu. Anggin, Frey, Pandora dan Monang, justru mendapatkan nyawamu sepenuhnya sekarang. Am I right, sist, bro?
Love you Budhi. You’ve been doing so great, brother!
ternyata utk mengatasi rasa kehilangan itu bener2 gak gampang,kita ngerasa bahwa kita sanggup tp ternyata saat kita ngejalaninnya..it´s not easy as we think..
Reply to pandora nababanemang bener ama apa yg ditulis diatas saat ini gua ngerasa akan hal “tidak cukup”…tidak cukup mendengar,tidak cukup mengekspresikan rasa sayang,tidak cukup meluangkan waktu,tidak cukup meminta maaf…rasa seperti itu yg selalu menghantui gua setiap hari..
but,seperti yg mbak dian bilang..bang budhi gak benar2 meninggalkan kita,dia hanya berganti wujud..dari nyata menjadi maya..semangat yg dia punya,insya Allah gua akan bisa memilikinya dan ngejalanin hidup gua utk dia jg…mudah2an gua mampu…
i still not believing that u´re already gone
but now i have to struggling,to letting you go
love you my brother…goodbye and see you when i see you..
Bang..aku memang hanya mengetahuimu dari ceritanya bu Dian..tapi aku sudah merasa mengenalmu bahkan ketika dia belum menyelesaikan kisahnya tentangmu…aku percaya kau sangat nyaman berada di tempatmu sekarang..karena Tuhan tak akan berhenti tersenyum..goodbye..have a good rest….
Reply to RaniMaaf..kalau terlambat untuk mengenal, sejatinya perkenalan bukanlan harus bertemu, sejak beberapa tahun lalu, Frey bercerita, walau belum banyak kata dan bahasa yang diceritakannya, namun aq hampir mendalaminya. Masih inget waktu itu, aq di Jakarta, lebaran yang cukup melelahkan, karena hampir separuh hari perjalanan dihabiskan. Dan ketika sempat terucap ingin bersilaturahmi dengan Frey, Ryan pada saat itu. Namun, tak kunjung ada kabar, dan ternyata ada kabar dari beberapa teman. Frey dan seluruh keluarga, aq turut berduka cita. Semoga doa ini dan doa semua orang yang dekat ataupun yang sedang mendekat, memberikan ketenangan disana. Aq masih inget, dulu pernah meminjam sebuah kamera dari Frey, kalau gak salah kamera itu punya kakaknya, ehm..thanks utdah pernah meminjamkan kamera itu..
dari teman jauh yang entah berada dimana saat ini.
Reply to irdazonemaaf telat balas komentarnya. waktu pas budhi meninggal posisi saya berada di Padang, saya kaget ada sms dari HP Budhi yang ketik mungkin keluarga Budhi (ngkali frenia) bahwa budhi telah berpulang kerahmatulllah. saya betul2 kaget dan gak percaya bahwa budhi di panggil NYA, selama ini budhi gak pernah sakit cuman sakit kepala n capek kurang tidur. kalo ada masalah budhi sering curhat ke saya misalnya keluarga, pacar, organisasi dan kuliah. Selalu saya nasehat ke dia supaya dia sabar. Memang dia orangnya sabar, saya salut dia n dia baik hati banget. walaupun saya bawel, cerewet, marah2 dia tetap sabar dan mengerti. entah sekarang knapa dia selalu cepat pergi…saya kehilangan adik tuna rungu n satu2nya saya mendorong dia supaya cepat selelai kuliah ternyata dia…. saya sedih. Saya doakan semoga dia berada disisi NYA dan juga semoga dia melihat kegiatan saya dan sehjira…..
Reply to Mithamy tears still falling down when i read this article….nice writing,sist;)
Reply to PandOkeBe of good cheer about death and know this as a truth– that no evil can happen to a good [person], either in life or after death. – Socrates -
Reply to wiwitasriwulandariUntuk semua yg pernah merasakan kehilangan:
“You can shed tears that he is gone,
or you can smile because he has lived.
You can close your eyes and pray that he’ll come back,
or you can open your eyes and see all he’s left.
Your heart can be empty because you can’t see him,
or you can be full of the love you shared.
You can turn your back on tomorrow and live yesterday,
or you can be happy for tomorrow because of yesterday.
You can remember him only that he is gone,
or you can cherish his memory and let it live on.
You can cry and close your mind,
be empty and turn your back.
Or you can do what he’d want:
smile, open your eyes, love and go on.”
David Harkins quotes (British Poet and Painter b.1958)
Taken from here (with a little adjusement):
Reply to Frenia Nababanhttp://thinkexist.com/quotation/you-can-shed-tears-that-she-is-gone-or-you-can/763356.html