terpuruk dalam gelas jaman ini
menanti rusaknya pelita pelita negeri ini
asap borjuis kronis terintegrasi massif dalam daging kami
menjajah nurani kian lama kian menjadi
aaaahhh kami bosan
ide-ide berserakan di taman makam pahlawan entah apa namanya
mungkin sudah terinjak dan dilupakan
atau malah dikarungkan dan dihilangkan
aaaahhh kami lelah berorasi siang malam
jejak suara terus diredam
apresiasi karam
di atas muka muka muram
yang kami terima hanyalah jelaga kosong hitam
biarlah
biarlah
kami pendam dalam-dalam merah putih
biar ia tak berkibar di luar
tapi tetap menyelimuti hati kami
nanti anak kami
cucu kami
dan keturunannya
bisa merasakan udara segar di bumi pertiwi ini
kelak!
May 18th, 2010
ryan_botax
Posted in 


Bagussss…mantab…
“biar ia tak berkibar di luar
tapi tetap menyelimuti hati kami”
gw suka bagian itu
Reply to Frenia Nababanwah…makin canggih ki puisine…
Reply to wiwitasriwulandariaku jadi berpikir mungkin kamu salah satu keturunan dari Teuku Umar, salah satu pahlawan kita hehehehe…
MERDEKA!!!!