me-(N)anti

May 18, 2010 by · 2 Comments
Filed under: Peduli dan cinta tanah air 

terpuruk dalam gelas jaman ini
menanti rusaknya pelita pelita negeri ini
asap borjuis kronis terintegrasi massif dalam daging kami
menjajah nurani kian lama kian menjadi

aaaahhh kami bosan
ide-ide berserakan di taman makam pahlawan entah apa namanya
mungkin sudah terinjak dan dilupakan
atau malah dikarungkan dan dihilangkan

aaaahhh kami lelah berorasi siang malam
jejak suara terus diredam
apresiasi karam
di atas muka muka muram
yang kami terima hanyalah jelaga kosong hitam

biarlah
biarlah
kami pendam dalam-dalam merah putih
biar ia tak berkibar di luar
tapi tetap menyelimuti hati kami

nanti anak kami
cucu kami
dan keturunannya
bisa merasakan udara segar di bumi pertiwi ini
kelak!

  1. Frenia Nababan posted the following on 18 May 2010 at 2:51 pm.

    Bagussss…mantab…

    “biar ia tak berkibar di luar
    tapi tetap menyelimuti hati kami”

    gw suka bagian itu

    Reply to Frenia Nababan
  2. wiwitasriwulandari posted the following on 23 May 2010 at 10:42 pm.

    wah…makin canggih ki puisine…
    aku jadi berpikir mungkin kamu salah satu keturunan dari Teuku Umar, salah satu pahlawan kita hehehehe…
    MERDEKA!!!!

    Reply to wiwitasriwulandari

Leave a reply