me-(N)anti

May 18, 2010 by · 2 Comments
Filed under: Peduli dan cinta tanah air 

terpuruk dalam gelas jaman ini
menanti rusaknya pelita pelita negeri ini
asap borjuis kronis terintegrasi massif dalam daging kami
menjajah nurani kian lama kian menjadi

aaaahhh kami bosan
ide-ide berserakan di taman makam pahlawan entah apa namanya
mungkin sudah terinjak dan dilupakan
atau malah dikarungkan dan dihilangkan

aaaahhh kami lelah berorasi siang malam
jejak suara terus diredam
apresiasi karam
di atas muka muka muram
yang kami terima hanyalah jelaga kosong hitam

biarlah
biarlah
kami pendam dalam-dalam merah putih
biar ia tak berkibar di luar
tapi tetap menyelimuti hati kami

nanti anak kami
cucu kami
dan keturunannya
bisa merasakan udara segar di bumi pertiwi ini
kelak!

Comments

2 Responses to “me-(N)anti”
  1. Bagussss…mantab…

    “biar ia tak berkibar di luar
    tapi tetap menyelimuti hati kami”

    gw suka bagian itu

  2. wah…makin canggih ki puisine…
    aku jadi berpikir mungkin kamu salah satu keturunan dari Teuku Umar, salah satu pahlawan kita hehehehe…
    MERDEKA!!!!

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!