3 R : Ramah Berkendara, Ramah Lingkungan, Ramah Ilmu
Sebuah kegerahan dan kegundahan sebenarnya yg ada pada diri saya ketika menuliskan ini. Cerita berawal pada akhir tahun lalu, dua bulan menetap kembali di Jakarta setelah lima tahun dalam pengembaraan panjang menuntut ilmu guna menanamkan bintang berbinar di langit nan tinggi. Saat saya harus kembali bergulat dengan kemacetan, dan efek stress yang ditimbulkan setelah berlama-lama berada di kendaraan, padahal jarak tempuh tidak terlalu jauh. Macet macet macet, asap, asap, asap. Seolah kembali menyapa pada saya.
05.00 WIB, Akhir Desember, Pagi Buta, Hujan Deras, Masih Mengantuk. Saya ada tugas nganter adik ke Sekolah. Meski bel masuk jam 06.45, dan jarak tempuh rumah – sekolah tidak begitu jauh, tapi kita tak mau ambil resiko. Melihat Jakarta yang tak pernah punya ampun dengan kemacetannya. Akhirnya meluncurlah kita menembus hujan pagi itu. Baru sampai di jalan utama, kendaraan udah “stuck” dan tidak berjalan. Mulailah kesabaran saya diuji. Mulai liat jam. Mulai gelisah.

Wahhh sebagai pengguna rutin jalanan yang macet pas mau pergi dan pulang kerja, bener banget artikelnya kalo jakarta sekarang udah kayak ajang sirkus ibukota…
Reply to fr3yMungkin perlu satu lagi yang ditambahin dari R nya..Ramah sama sesama…hehehe
Hmmm sebagai mantan penghuni Jakarta saya juga turut merasakan perubahan yang luar biasa signifikan pada kongesti kendaraan disana. Mobil dan motor semakin merajalela padahal jalan tidak semakin bertambah karena lahannya memang telah sempit. Bayangkan jalan bebas hambatan aka tol di Jakarta pun kini telah terkena macet. Jalanan Pondok Kelapa yang dulu pernah saya ‘mbaureksoi’ dan saya kenal lancar sekarang juga padat merayap.
Jakarta memang luar biasa (macetnya). Hmmmm kayanya Indonesia butuh ibukota baru nih kalo kaya begini hehehe…
Reply to CarbuditEh, Ryan menaiki sepeda itu jadi tampak semakin seperti orang pinter. Eh, kamu ikut wisata kota tua dalam rangka nyari jodoh juga kan? Hehehe…
Reply to dian*bukan orang Jakarta, makanya nggak komen tentang panasnya Jakarta*
Ryan…my God, are you OK?! Hehe…aku setuju dengan temen2 di jakarta yang pada bike to work… itu bisa mengurangi polusi, menjaga lingkungan tetap sehat, dan juga bikin kita tambah sehat. Jika di week end aktivitas ini tetap dilakukan sambil berwisata di seputar Jakarta…aku yakin, Jakarta bisa menjadi lebih ‘muda’…kamu juga! karena sehat dan bugar…sekian, matur nuwun, pareng…
Reply to Dyah PitalokaWow, penasehat kita akhirnya datang juga..welcome sist..usul apa lagi nich buat gempita??
Reply to Frenia Nababan