<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>GEMPITA</title>
	<atom:link href="http://gempita.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gempita.org</link>
	<description>Generasi Muda Pecinta Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 07 Jul 2010 08:13:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Bisikan Cita Merah-Putih</title>
		<link>http://gempita.org/peduli-dan-cinta-tanah-air/bisikan-cita-merah-putih/</link>
		<comments>http://gempita.org/peduli-dan-cinta-tanah-air/bisikan-cita-merah-putih/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 May 2010 15:56:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryan_botax</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peduli dan cinta tanah air]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gempita.org/?p=366</guid>
		<description><![CDATA[Pijar semesta warna Di tengah himpitan tangan-tangan rakus kuasa Di antara suara-suara berteriak inginkan gedung baru Di hadapan hamparan senja Di tepian keindahan panorama sampah-sampah berserak selimuti kota Di samping sosok-sosok gundah sayap-sayap patah indonesiaku Aku bersaksi Akan datang pembaharu dari tanah gersang ini Berlari mengejar mimpi Bersama udara-udara kematian yang melanda Bersama penyakit-penyakit kronis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pijar semesta warna<br />
Di tengah himpitan tangan-tangan rakus kuasa<br />
Di antara suara-suara berteriak inginkan gedung baru<br />
Di hadapan hamparan senja<br />
Di tepian keindahan panorama sampah-sampah berserak selimuti kota<br />
Di samping sosok-sosok gundah sayap-sayap patah indonesiaku<br />
Aku bersaksi<br />
Akan datang pembaharu dari tanah gersang ini<br />
Berlari mengejar mimpi<br />
Bersama udara-udara kematian yang melanda<br />
Bersama penyakit-penyakit kronis yang mendera garudaku<br />
Disaksikan energi langit dan jutaan bintang-bintang<br />
yang cahayanya mati teredam</p>
<p>Mari Bangkit Pemuda Bangsa!!!<br />
Jangan Terpuruk dan lalu Tenggelam<br />
Selamatkan Keadilan!<br />
Wujudkan Kedamaian!<br />
Karena Kita Bisa<br />
Pasti Bisa!!</p>
<p>(Renungan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2010)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gempita.org/peduli-dan-cinta-tanah-air/bisikan-cita-merah-putih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjadi Bahagia</title>
		<link>http://gempita.org/peduli-diri-sendiri/menjadi-bahagia/</link>
		<comments>http://gempita.org/peduli-diri-sendiri/menjadi-bahagia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 May 2010 15:33:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwitasriwulandari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peduli diri sendiri]]></category>
		<category><![CDATA[Peduli sesama]]></category>
		<category><![CDATA[Bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[gempita]]></category>
		<category><![CDATA[Ki Ageng Suryomentraman]]></category>
		<category><![CDATA[Rasa Sama]]></category>
		<category><![CDATA[Rasa yang Benar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gempita.org/?p=350</guid>
		<description><![CDATA[Setiap orang pasti punya banyak keinginan; ingin punya mobil, ingin langsing ingin gaji besar, ingin ini; ingin itu dan ingin ingin yang lainnya, tapi apa reaksi kita ketika keinginan tersebut tidak terpenuhi? kita semua pasti akan menjawab sama &#8216;KECEWA&#8217; kita akan merasa susah selamanya. Lalu bagaimana jika keinginan tersebut terpenuhi? maka kita akan merasa senang. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-353" href="http://gempita.org/peduli-diri-sendiri/menjadi-bahagia/attachment/happiness_by_wint3r88/"><img class="size-medium wp-image-353 alignleft" src="http://gempita.org/wp-content/uploads/2010/05/happiness_by_wint3r88-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><span style="color: #800080">Setiap orang pasti punya banyak keinginan; ingin punya mobil, ingin langsing ingin gaji besar, ingin ini; ingin itu dan ingin ingin yang lainnya, tapi apa reaksi kita ketika keinginan tersebut tidak terpenuhi? kita semua pasti akan menjawab sama &#8216;KECEWA&#8217; kita akan merasa susah selamanya.<br />
Lalu bagaimana jika keinginan tersebut terpenuhi? maka kita akan merasa senang.</span></p>
<p><span style="color: #800080">Seorang teman dikantor sudah seminggu ini uring uringan karena keinginannya untuk mendapat bonus tahunan tidak terpenuhi, dia merasa sebagai karyawan yang terzolimi dan sebagai karyawan paling sengsara. Dia melihat bahwa kami, teman temannya yang mendapatkan bonus dianggap selalu merasa senang diatas penderitaannya. Saya pun sempat berpikir bahwa teman yang mendapatkan bonus terbesar pasti yang merasa paling senang.<br />
tapi betulkah begitu?<br />
Setelah dipikir pikir, sepertinya tidak seperti itu juga, buktinya teman saya yang saya ketahui mendapat bonus cukup besar, terlihat muram mukanya, dia tidak seceria yang dulu dan ternyata itu karena konsekuensi dari bonus yang diterimanya. Apa yang didapat tentu saja harus sesuai dengan yang dihasilkan dan konsekuensinya dia harus bekerja lebih &#8216;berat&#8217; dibandingkan temannya yang lain.</span></p>
<p><span style="color: #800080">Dari apa yang saya alami tersebut, saya menyadari bahwa belum tentu ketika keinginan kita tercapai maka kita akan bahagia, karena mungkin akan muncul konsesukensi dari hal yang kita capai tersebut. Timbul pertanyaan dalam benak saya, bagaimana supaya kita bisa selalu merasa senang? ada yang bilang kuncinya adalah bersyukur, apapun yang kita dapat hari ini atau apapun yang terjadi pada kita adalah karunia, selalu ada hikmah di dalamnya, jadi kita harus mensyukuri apa yang telah kita dapat baik itu kesenangan ataupun kesulitan.</span></p>
<p><span style="color: #800080">Saya masih saja berpikir, selain bersyukur apa lagi yang bisa kita lakukan untuk merasa bahagia? karena bersyukur tetap saja bagi saya masih terlalu abstrack.</span></p>
<p><span style="color: #800080">Saya coba menganalisa, mungkin kalau kita tidak punya keinginan maka kita juga tidak akan merasa kecewa atau susah karena tidak ada yang perlu kita kejar. Jadi kita juga tidak akan merasa susah ketika keinginan tersebut tidak terpenuhi karena toh kita memang tidak punya keinginan.<br />
Tapi pertanyaan selanjutnya adalah lalu apa sumber rasa senang kita jika kita tidak punya keinginan? saya kembali menganalisa mungkin analisa saya tidak terlalu tepat.</span></p>
<p><span style="color: #800080">Tiba tiba terlintas dalam benak saya, mungkinkah  dengan kita memahami apa keinginan kita, maka kita akan lebih tentram dan lebih bahagia? kita bisa senang dan kita juga bisa merasa susah. Susah senang tersebut adalah bergantian, kita tidak bisa merasa bahagia bila kita tidak tahu rasanya susah. Jadi, kita tidak perlu gentar bila keinginan kita tidak tercapai. Toh kita hanya akan susah sebentar, dan akan kembali senang karena keinginan lain yang terpenuhi.  Betul begitu?</span></p>
<p><span style="color: #800080">Akhirnya apa yang terlintas dalam pikiran saya tersebut dikuatkan juga oleh sebuah tulisan dari <em>M.M Nilam Widyarini</em>, MSi, seoarang kandidat doktor psikologi, tentang <em>Bahagia = memiliki rasa yang benar</em>. Dalam artikel tersebut dijelaskan tentang sumber bahagia menurut <em>Ki Ageng Suryomentaram</em> seoarang psikolog Jawa.</span></p>
<p><span style="color: #800080">Menurutnya, Kita dapat mengalami surga tabah/tatag dan memiliki rasa tenteram bila memahami bagaimana keinginan-keinginan yang bersifat <em>mulur–mungkret </em>(berkembang-menyusut). Beliau juga menjelaskan tentang rasa hidup yang benar, Bahwa Rasa hidup yang benar  adalah rasa hidup seseorang yang merasa sebentar senang dan sebentar susah.</span></p>
<p><span style="color: #800080">Rasa hidup yang benar dapat dialami bila seseorang bertindak sesuai dengan <strong><em>6-sa: sapenake, sabutuhe, saperlune, sacukupe, samestine, dan sabenere.</em></strong> Bila kita dalam bertindak berpegang pada prinsip tersebut (dengan enak, sesuai kebutuhan, seperlunya, secukupnya, semestinya, dan sebenar-benarnya), kita dapat memiliki rasa hidup yang benar: sebentar senang, sebentar susah.</span></p>
<p><span style="color: #800080"><a rel="attachment wp-att-358" href="http://gempita.org/peduli-diri-sendiri/menjadi-bahagia/attachment/happiness-1/"><img class="alignright size-medium wp-image-358" src="http://gempita.org/wp-content/uploads/2010/05/happiness-1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Hal lain yang menarik dari penjelasan <em>Ki Ageng Suryomentaram</em> adalah pembahasannya tentang rasa iri dan sombong. sebagai manusia tentu saja kita juga tidak lepas dari rasa sombong dan iri.</span></p>
<p><span style="color: #800080">Penderitaan iri dan sombong Menurut <em>Ki Ageng Suryomentaram</em> adalah apabila seseorang mengerti bahwa rasa orang sedunia sama saja maka bebaslah ia dari penderitaan iri hati dan sombong, kemudian dapat masuk surga ketenteraman. Dalam segala hal ia bertindak sesuai dengan prinsip 6-sa yang telah dijelaskan di atas.</span></p>
<p><span style="color: #800080">Mungkin begini menjelasannya, Orang yang iri ingin lebih unggul dari orang lain. Meski ia memakai pakaian bagus, punya rumah indah, dan sebagainya, bila ada orang lain yang lebih unggul, ia tidak dapat merasakan bahwa pakaiannya bagus. Ia merasa ada yang kurang. Demikian pula orang yang sombong, ia selalu merasa lebih unggul daripada orang lain.Jadi meski ia sudah punya sesuatu yang berharga (dapat membuat rasa senang, dapat membuat rasa kenyang, dan sebagainya), ia tidak dapat merasa senang karena masih menginginkan apa yang dimiliki oleh orang lain.</span></p>
<p><span style="color: #800080">Lalu apa kesimpulannya? Untuk menjadi bahagia maka kita harus memiliki <strong>rasa yang benar</strong> bahwa hidup memang sebentar susah dan sebentar senang. Untuk menjadi tenteram maka kita perlu memahami bahwa sesunggguhnya semua orang adalah sama.</span></p>
<p><a rel="attachment wp-att-352" href="http://gempita.org/peduli-diri-sendiri/menjadi-bahagia/attachment/happiness-hellen-keller/"><img class="alignnone size-medium wp-image-352" src="http://gempita.org/wp-content/uploads/2010/05/Happiness-hellen-keller--192x240.jpg" alt="" width="192" height="240" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gempita.org/peduli-diri-sendiri/menjadi-bahagia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>me-(N)anti</title>
		<link>http://gempita.org/peduli-dan-cinta-tanah-air/me-nanti/</link>
		<comments>http://gempita.org/peduli-dan-cinta-tanah-air/me-nanti/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 May 2010 07:33:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryan_botax</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peduli dan cinta tanah air]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gempita.org/uncategorized/me-nanti/</guid>
		<description><![CDATA[terpuruk dalam gelas jaman ini menanti rusaknya pelita pelita negeri ini asap borjuis kronis terintegrasi massif dalam daging kami menjajah nurani kian lama kian menjadi aaaahhh kami bosan ide-ide berserakan di taman makam pahlawan entah apa namanya mungkin sudah terinjak dan dilupakan atau malah dikarungkan dan dihilangkan aaaahhh kami lelah berorasi siang malam jejak suara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>terpuruk dalam gelas jaman ini<br />
menanti rusaknya pelita pelita negeri ini<br />
asap borjuis kronis terintegrasi massif dalam daging kami<br />
menjajah nurani kian lama kian menjadi</p>
<p>aaaahhh kami bosan<br />
ide-ide berserakan di taman makam pahlawan entah apa namanya<br />
mungkin sudah terinjak dan dilupakan<br />
atau malah dikarungkan dan dihilangkan</p>
<p>aaaahhh kami lelah berorasi siang malam<br />
jejak suara terus diredam<br />
apresiasi karam<br />
di atas muka muka muram<br />
yang kami terima hanyalah jelaga kosong hitam</p>
<p>biarlah<br />
biarlah<br />
kami pendam dalam-dalam merah putih<br />
biar ia tak berkibar di luar<br />
tapi tetap menyelimuti hati kami</p>
<p>nanti anak kami<br />
cucu kami<br />
dan keturunannya<br />
bisa merasakan udara segar di bumi pertiwi ini<br />
kelak!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gempita.org/peduli-dan-cinta-tanah-air/me-nanti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perempuan, Menjadi Sama atau Beda??</title>
		<link>http://gempita.org/peduli-dan-cinta-tanah-air/perempuan-menjadi-sama-atau-beda/</link>
		<comments>http://gempita.org/peduli-dan-cinta-tanah-air/perempuan-menjadi-sama-atau-beda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Apr 2010 18:40:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Frenia Nababan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peduli dan cinta tanah air]]></category>
		<category><![CDATA[Beda]]></category>
		<category><![CDATA[Emansipasi]]></category>
		<category><![CDATA[gempita]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Kartini]]></category>
		<category><![CDATA[Objek]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Predikat]]></category>
		<category><![CDATA[RA Kartini]]></category>
		<category><![CDATA[Sama]]></category>
		<category><![CDATA[Subjek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gempita.org/?p=336</guid>
		<description><![CDATA[Perempuan dan Bahasa Aku adalah Subjek Ketika aku diwakilkan dalam kalimat &#8220;Bapak membaca koran dan Ibu menanak nasi&#8221; atau Saat kesejajaran menjadi tema yang membumi Dalam bentuk emansipasi yang sepenuh atau setengah hati Aku adalah Predikat Ketika hanya aku yang mewakili satu kata Saat aku ada dan bisa mengada Melahirkan nyawa ke dunia dan bahagia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perempuan dan Bahasa</p>
<p>Aku adalah Subjek<br />
Ketika aku diwakilkan dalam kalimat<br />
&#8220;Bapak membaca koran dan Ibu menanak nasi&#8221;<br />
atau<br />
Saat kesejajaran menjadi tema yang membumi<br />
Dalam bentuk emansipasi yang sepenuh atau setengah hati</p>
<p>Aku adalah Predikat<br />
Ketika hanya aku yang mewakili satu kata<br />
Saat aku ada dan bisa mengada<br />
Melahirkan nyawa ke dunia dan bahagia karenanya</p>
<p>Aku adalah Objek<br />
Ketika aku indah dan dikagumi<br />
Dengan membendakan diri sendiri<br />
Mendirikan harga dari benda</p>
<p>Aku adalah Keterangan<br />
Menjadi milik dan kepemilikan<br />
Ketika aku jadi karena menjadi<br />
Dan sapaan untukku menjadi terwakilkan<br />
&#8220;Apakabar Nyonya&#8230;?&#8221;</p>
<p>Aku adalah perilaku<br />
Ketika aku, kamu, dan kita tidak saling malu<br />
Saat aku menuntut ilmu, kamu menjemur baju<br />
Saat aku menangis dan kamu menangis bersamaku<br />
Dan Aku mencintaimu karena itu<br />
Dan Kamu mencintaiku karena itu</p>
<p>Aku adalah Perempuan<br />
Ketika aku, kamu, dan kita bisa berbagi peran<br />
Tanpa saling mempertanyakan</p>
<p>Aku adalah Perempuan<br />
Aku tidak sekedar tanda atau kata<br />
Ketika aku, kamu dan kita memilih untuk memaknainya</p>
<p>Di buat di Semarang Maret 2008&#8230;.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-338" href="http://gempita.org/peduli-dan-cinta-tanah-air/perempuan-menjadi-sama-atau-beda/attachment/kartini_11/"><img class="alignnone size-medium wp-image-338" title="kartini_11" src="http://gempita.org/wp-content/uploads/2010/04/kartini_11-221x240.jpg" alt="" width="221" height="240" /></a></p>
<p>Dan untuk menyambut Hari Kartini tahun 2010 ini, ada satu pemikiran yang menyentak dan mengelitik yang dilontarkan oleh seorang tokoh perempuan di Indonesia yang baru-baru ini saya baca komentarnya di koran, sayangnya saya tidak ingat namanya. Beliau mengatakan, pada zamannya, RA Kartini berjuang untuk menjadi beda dari mayoritas perempuan di lingkungannya terutama dalam hal pendidikan.Lalu, pada zaman ini mengapa banyak perempuan-perempuan yang ingin menjadi &#8216;Sama?&#8221; Sama putih, sama tinggi, sama bentuk badan, sama jenis rambut, dan sama yang lainnya?</p>
<p>Apakah itu berarti emansipasi kita yang berjalan mundur atau keadaan lingkungan kita yang tidak pernah statis?</p>
<p>Mungkin memang kita masih dan harus terus memperjuangkan emansipasi;</p>
<p>bukan hanya dari bentuk penjajahan dan ketidakadilan yang tampak, tapi juga bagi yang tidak tampak;</p>
<p>bukan untuk menjadi sekedar sama atau beda,  Tapi agar lingkungan dan manusia-manusia yang hidup di dalamnya mau menerima, menghargai, dan mencintai segala bentuk perbedaan di dalam dan diluar diri sebuah kata dan makna dari PEREMPUAN.</p>
<p>Selamat Hari Kartini!!!</p>
<p>_Semoga Emansipasi tetap menjadi Inspirasi_</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gempita.org/peduli-dan-cinta-tanah-air/perempuan-menjadi-sama-atau-beda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>WHEN PWD’S Means Person With Different and many ability&#8230;</title>
		<link>http://gempita.org/gempita-events/when-pwd%e2%80%99s-means-person-with-different-and-many-ability/</link>
		<comments>http://gempita.org/gempita-events/when-pwd%e2%80%99s-means-person-with-different-and-many-ability/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Apr 2010 07:19:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Frenia Nababan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Acara-acara GEMPITA]]></category>
		<category><![CDATA[Peduli sesama]]></category>
		<category><![CDATA[APCD]]></category>
		<category><![CDATA[ASEAN region]]></category>
		<category><![CDATA[Different Ability]]></category>
		<category><![CDATA[Disability]]></category>
		<category><![CDATA[GEMPITA - Generasi Muda Pecinta Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Hearing disability]]></category>
		<category><![CDATA[intellectual disability]]></category>
		<category><![CDATA[movement disability]]></category>
		<category><![CDATA[Non-PWDs]]></category>
		<category><![CDATA[PWDs]]></category>
		<category><![CDATA[Sehjira]]></category>
		<category><![CDATA[visual disability]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gempita.org/?p=315</guid>
		<description><![CDATA[I went to training on Disability, Gender and development in Bangkok on March 8- 21, 2010. The training was held in APCD (Asia-Pacific Development Center on Disability) building, it was supported by APCD and JICA. I was representing GEMPITA (as SEHJIRA’s partner) and also as a sign language interpreter for my friend Angkie Yudistia from [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<a href='http://gempita.org/gempita-events/when-pwd%e2%80%99s-means-person-with-different-and-many-ability/attachment/image912/' title='Flashlight as an alarm of phone and door bell '><img width="80" height="80" src="http://gempita.org/wp-content/uploads/2010/04/Image912-80x80.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Flashlight as an alarm of phone and door bell" title="Flashlight as an alarm of phone and door bell" /></a>
<a href='http://gempita.org/gempita-events/when-pwd%e2%80%99s-means-person-with-different-and-many-ability/attachment/image918/' title='Handle '><img width="80" height="80" src="http://gempita.org/wp-content/uploads/2010/04/Image918-80x80.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Handle" title="Handle" /></a>
<a href='http://gempita.org/gempita-events/when-pwd%e2%80%99s-means-person-with-different-and-many-ability/attachment/handle-in-bathroom/' title='Handle in Bathroom'><img width="80" height="80" src="http://gempita.org/wp-content/uploads/2010/04/Handle-in-Bathroom-80x80.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Handle in Bathroom" title="Handle in Bathroom" /></a>
<a href='http://gempita.org/gempita-events/when-pwd%e2%80%99s-means-person-with-different-and-many-ability/attachment/information-in-railway-avilable-in-braille/' title='Information in hand-grip avilable in Braille'><img width="80" height="80" src="http://gempita.org/wp-content/uploads/2010/04/Information-in-railway-avilable-in-Braille-80x80.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Information in hand-grip avilable in Braille" title="Information in hand-grip avilable in Braille" /></a>
<a href='http://gempita.org/gempita-events/when-pwd%e2%80%99s-means-person-with-different-and-many-ability/attachment/braille-character-is-available-everywhere/' title='Braille character is available everywhere'><img width="80" height="80" src="http://gempita.org/wp-content/uploads/2010/04/Braille-character-is-available-everywhere-80x80.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Braille character is available everywhere" title="Braille character is available everywhere" /></a>
<a href='http://gempita.org/gempita-events/when-pwd%e2%80%99s-means-person-with-different-and-many-ability/attachment/a-machine-to-changes-a-bell-sound-into-a-flash-light/' title='A Machine to changes a Bell sound into  a flash light'><img width="80" height="80" src="http://gempita.org/wp-content/uploads/2010/04/A-Machine-to-changes-a-Bell-sound-into-a-flash-light-80x80.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="A Machine to changes a Bell sound into  a flash light" title="A Machine to changes a Bell sound into  a flash light" /></a>

<p>I went to training on Disability, Gender and development in Bangkok on March 8- 21, 2010. The training was held in APCD (Asia-Pacific Development Center on Disability) building, it was supported by APCD and JICA. I was representing GEMPITA (as SEHJIRA’s partner) and also as a sign language interpreter for my friend Angkie Yudistia from SEHJIRA Foundation.</p>
<p>The participants of the training were representative of self-help organizations of persons with disabilities from countries of South East Asia, including Republic of Indonesia, Malaysia, the union of Myanmar, the Republic of the Philippines, The Socialist of Vietnam, and The Kingdom of Thailand. The objective of this training is to empower persons with disabilities as agents of change and to promote an inclusive, barrier-free and rights based society for all. From Indonesia, Sehjira Foundation and HWPCI Ternate-Maluku were selected as representatives from Indonesia.</p>
<p>Since the first day of the training, I was so amazed with the condition of the building which is being used to conduct the trainings and also as our accommodation. It is so accessible in every aspects for all types of disability, kindly refer to the pictures as I am so speechless to describe it in words.</p>
<p>They were so many positive things that I got during the training. One of it is how we perceive disability itself. There are two different points of views or models: Medical model and Social Model. Medical model sees that disability is your family and your own personal problem; it means that as a person with disability (PWD) you have to be treated as a patient, go to rehabilitation center. And if you are not succeeded to get a “cure”, it will be means that you are dysfunction as a person.</p>
<p>On the contrary, social model sees disability as social problem. It becomes a social problems because it is related to accessibility. Accessibility creates opportunities that enable all persons to have access to enhance their life with their own capacity. Accessibility in all areas included but not limited to access of information, access of employment, access to equal education, access to participate in development, etc. The main objective of social model is to create inclusive right based society without any discrimination.</p>
<p>I can’t deny that my early concern on disability issue is because of my late-Hearing disability-brother influence but now I realize that disability movement is supposed to be our movement not only for PWDs but also for non-PWDs.</p>
<p>In my opinion, every one of us has a great risk to become PWDs or our parents will become PWDs in the future. If we see wheelchair user in malls, we will see that the majority is elderly people. If it wasn’t because of disability movement, I am sure, many buildings and malls wouldn’t be as accessible as it is right now.   It is only a small example, how our PWDs friends act help us and our beloved ones.</p>
<p>So I would like to say thank you and give a high appreciation to our PWDs friends who are willing to fight in reducing barrier and promote equal access in society.</p>
<p>Other than that, my PWDs Friends personally inspired me, especially in time management and for not be ignorance to others. How wisely they manage their time in their daily life, although they have so many roles in life, which also important to be fulfilled, but for them it doesn’t means that they have to neglected their role in the society.</p>
<p>Like many of us, they have to become a good employee, a brilliant student, a caring mother, etc.  They realize these roles, give their best, and still they are trying to give positive contribution to human life. They become an agent of changes and role models in community, as their heritage for better future not only for themselves but others.</p>
<p>Like Angkie Yudistia(Hearing disability) an employee of an International company in Indonesia, a National Model, a Master candidate, and also a Public Relation of Sehjira Foundation.</p>
<p>Like Rahmitha Harahap,  (Hearing disability), Lecturer in a private university in Indonesia, a caring mother from a very cute daughter named Nabila, and also a president of Sehjira Foundation.</p>
<p>Like Nandar, (Cerebral palsy), my friend from Myanmar, an Entrepreneur, a Doctoral Candidate majoring in math and also a member of a board management of her self help group organization</p>
<p>Like Kyu-kyu, (movement disability), my Myanmar friend, a board member of her organization and also an employee who has to struggle to get into a crowded bus every time she goes to her office.</p>
<p>Like Hamida, (Movement disability), my friend from Malaysia, who is a government employee for department of social welfare, a wonderful mother for 2 incredible children.</p>
<p>Like Pharadee, (Hearing disability), my funny friend from Thailand, a sweet mother, a food entrepreneur, and also a president of deaf club in Thailand.</p>
<p>Like Ms Huong (Visual Disabilty), my clever friend from Hanoi association for visual disability in Vietnam, who will be graduated soon from her bachelor degree program, have a great passion to become a teacher and I am sure she will be a very good teacher in the near future.</p>
<p>Like Jaka (Visual disability), my informal teacher and resources person who has a great voice when singing, who is also active in many organizations inside and outside Indonesia.  Going east and going west but going home is always the best?  Am I correct Bro?</p>
<p>and Like Mom Geraldine Ruiz (Movement disability), a wonderful and smart resource person from Philippine, who willingly gave up her career in international advertising firm and chooses to enlighten people around the world. &#8220;It will be lonely up there if we fight by our own&#8221; i totally agree with you Mom.</p>
<p>And like more than one hundred other PWDs, who I can’t mention one by one..</p>
<p>With all their incredible role in family and society</p>
<p>I am begin to wondering and ask question to myself..</p>
<p>Hey you, who are you?</p>
<p>What have you done so far for others?</p>
<p>Dedicated : as Birthday gift For Patria &#8220;Budhi&#8221; Nababan-My major influencer and role model.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gempita.org/gempita-events/when-pwd%e2%80%99s-means-person-with-different-and-many-ability/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>We are just a drop of water in the endless sea</title>
		<link>http://gempita.org/gempita-events/we-are-just-a-drop-of-water-in-the-endless-sea/</link>
		<comments>http://gempita.org/gempita-events/we-are-just-a-drop-of-water-in-the-endless-sea/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Jan 2010 10:25:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Frenia Nababan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Acara-acara GEMPITA]]></category>
		<category><![CDATA[gempita]]></category>
		<category><![CDATA[GEMPITA - Generasi Muda Pecinta Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[KOPS (Komunitas Planet Senen)]]></category>
		<category><![CDATA[Missionaries of Charity]]></category>
		<category><![CDATA[yayasan sehjira]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gempita.org/?p=205</guid>
		<description><![CDATA[Teman-teman dan Sahabat GEMPITA, Tahun 2009 telah berganti dan sepanjang tahun tersebut telah terselenggara beberapa kegiatan yang kita jalani bersama sebagai GEMPITA dan sebagai bagian dari masyarakat Indonesia. Kegiatan GEMPITA pada tahun 2009 di mulai dengan menjadi bagian di Pelatihan Kemandirian Remaja Tuna Rungu ke -4, 18-20 Juli 2009,  yang terselenggara berkat kerjasama dengan teman-teman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<a href='http://gempita.org/gempita-events/we-are-just-a-drop-of-water-in-the-endless-sea/attachment/smbgan2/' title='smbgan2'><img width="80" height="80" src="http://gempita.org/wp-content/uploads/2010/01/smbgan2-80x80.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="smbgan2" title="smbgan2" /></a>
<a href='http://gempita.org/gempita-events/we-are-just-a-drop-of-water-in-the-endless-sea/attachment/smbgan/' title='smbgan'><img width="80" height="80" src="http://gempita.org/wp-content/uploads/2010/01/smbgan-80x80.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="smbgan" title="smbgan" /></a>
<a href='http://gempita.org/gempita-events/we-are-just-a-drop-of-water-in-the-endless-sea/attachment/gempita1/' title='gempita1'><img width="80" height="80" src="http://gempita.org/wp-content/uploads/2010/01/gempita1-80x80.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="gempita1" title="gempita1" /></a>
<a href='http://gempita.org/gempita-events/we-are-just-a-drop-of-water-in-the-endless-sea/attachment/zakat-5/' title='zakat 5'><img width="80" height="80" src="http://gempita.org/wp-content/uploads/2010/01/zakat-5-80x80.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="zakat 5" title="zakat 5" /></a>
<a href='http://gempita.org/gempita-events/we-are-just-a-drop-of-water-in-the-endless-sea/attachment/zakat-4/' title='zakat 4'><img width="80" height="80" src="http://gempita.org/wp-content/uploads/2010/01/zakat-4-80x80.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="zakat 4" title="zakat 4" /></a>
<a href='http://gempita.org/gempita-events/we-are-just-a-drop-of-water-in-the-endless-sea/attachment/zakat-3/' title='zakat 3'><img width="80" height="80" src="http://gempita.org/wp-content/uploads/2010/01/zakat-3-80x80.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="zakat 3" title="zakat 3" /></a>
<a href='http://gempita.org/gempita-events/we-are-just-a-drop-of-water-in-the-endless-sea/attachment/zakat-2/' title='zakat 2'><img width="80" height="80" src="http://gempita.org/wp-content/uploads/2010/01/zakat-2-80x80.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="zakat 2" title="zakat 2" /></a>
<a href='http://gempita.org/gempita-events/we-are-just-a-drop-of-water-in-the-endless-sea/attachment/zakat-1/' title='Zakat 1'><img width="80" height="80" src="http://gempita.org/wp-content/uploads/2010/01/Zakat-1-80x80.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Zakat 1" title="Zakat 1" /></a>
<a href='http://gempita.org/gempita-events/we-are-just-a-drop-of-water-in-the-endless-sea/attachment/bb5/' title='bb5'><img width="80" height="80" src="http://gempita.org/wp-content/uploads/2010/01/bb5-80x80.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="bb5" title="bb5" /></a>
<a href='http://gempita.org/gempita-events/we-are-just-a-drop-of-water-in-the-endless-sea/attachment/bb4/' title='bb4'><img width="80" height="80" src="http://gempita.org/wp-content/uploads/2010/01/bb4-80x80.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="bb4" title="bb4" /></a>
<a href='http://gempita.org/gempita-events/we-are-just-a-drop-of-water-in-the-endless-sea/attachment/bb3/' title='bb3'><img width="80" height="80" src="http://gempita.org/wp-content/uploads/2010/01/bb3-80x80.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="bb3" title="bb3" /></a>
<a href='http://gempita.org/gempita-events/we-are-just-a-drop-of-water-in-the-endless-sea/attachment/bb2/' title='bb2'><img width="80" height="80" src="http://gempita.org/wp-content/uploads/2010/01/bb2-80x80.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="bb2" title="bb2" /></a>
<a href='http://gempita.org/gempita-events/we-are-just-a-drop-of-water-in-the-endless-sea/attachment/bb1/' title='BB1'><img width="80" height="80" src="http://gempita.org/wp-content/uploads/2010/01/BB1-80x80.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="BB1" title="BB1" /></a>
<a href='http://gempita.org/gempita-events/we-are-just-a-drop-of-water-in-the-endless-sea/attachment/plth6/' title='plth6'><img width="80" height="80" src="http://gempita.org/wp-content/uploads/2010/01/plth6-80x80.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="plth6" title="plth6" /></a>
<a href='http://gempita.org/gempita-events/we-are-just-a-drop-of-water-in-the-endless-sea/attachment/plth5/' title='plth5'><img width="80" height="80" src="http://gempita.org/wp-content/uploads/2010/01/plth5-80x80.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="plth5" title="plth5" /></a>
<a href='http://gempita.org/gempita-events/we-are-just-a-drop-of-water-in-the-endless-sea/attachment/plth4/' title='Plth4'><img width="80" height="80" src="http://gempita.org/wp-content/uploads/2010/01/Plth4-80x80.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Plth4" title="Plth4" /></a>
<a href='http://gempita.org/gempita-events/we-are-just-a-drop-of-water-in-the-endless-sea/attachment/plth-2/' title='plth 2'><img width="80" height="80" src="http://gempita.org/wp-content/uploads/2010/01/plth-2-80x80.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="plth 2" title="plth 2" /></a>
<a href='http://gempita.org/gempita-events/we-are-just-a-drop-of-water-in-the-endless-sea/attachment/plth1/' title='Plth1'><img width="80" height="80" src="http://gempita.org/wp-content/uploads/2010/01/Plth1-80x80.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Plth1" title="Plth1" /></a>

<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Teman-teman dan Sahabat GEMPITA, Tahun 2009 telah berganti dan sepanjang tahun tersebut telah terselenggara beberapa kegiatan yang kita jalani bersama sebagai GEMPITA dan sebagai bagian dari masyarakat Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Kegiatan GEMPITA pada tahun 2009 di mulai dengan menjadi bagian di <strong>Pelatihan Kemandirian Remaja Tuna Rungu ke -4</strong>, 18-20 Juli 2009,  yang terselenggara berkat kerjasama dengan teman-teman dari <strong>Yayasan Sehjira ( Yayasan Keluarga Tuna Rungu Sehat Jiwa Raga).</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pada awal Ramadhan, GEMPITA mengorganisir santunan  kepada seorang Bapak Haji di daerah Bekasi. Pak Haji berprofesi sebagai kusir kereta namun kebaikan hatinya membuatnya tidak tega membiarkan orang terlantar dan orang gila di Jalanan. Hingga saat ini bapak tersebut telah memberikan sandang, pangan dan papan yang layak bagi kurang lebih 20 orang yang terganggu pikirannya. Santunan yang berhasil dikumpulkan adalah berupa Beberapa kantong pakaian layak pakai dan sembako.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah itu masih di bulan Ramadhan, GEMPITA mengadakan 2 acara yang diselenggarakan dalam waktu berdekatan. Acara Pertama adalah acara buka puasa bersama dengan anak-anak jalanan di kawasan pasar Senen dengan bekerjasama dengan teman-teman dari <strong>KOPS (Komunitas Planet Senen).</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Acara Kedua sebagai penutup dari rangkaian kegiatan pada bulan Ramadhan, Gempita yang bertindak sebagai fasilitator, membagikan Zakat bagi mereka yang membutuhkan, pada kesempatan itu kami memberikan santunan uang tunai kepada 10 orang Manula yang kebanyakan dari mereka adalah Janda dan kepada 1 orang anak yatim piatu di kawasan Cengkareng Jakarta Barat. Pemilihan orang yang pantas diberikan santunan dilakukan oleh tim dari GEMPITA dan Kader Kesehatan di wilayah tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Teman-teman, tulisan ini dimaksudkan sebagai laporan akhir tahun bagi semua teman-teman dan sahabat GEMPITA yang telah membantu secara moril maupun material sehingga acara-acara tersebut dapat terselenggara.  Semoga acara-acara tersebut memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan perhatian kita dan semoga membawa manfaat juga bagi kita sebagai generasi muda Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Secara khusus kami  menyampaikan terimakasih untuk teman-teman di ASEC (Asean Secretary); PT Cipta TPI (TPI) ; KOTRA (Korea Trade Center); PT.DTZ Utama Propertindo; MPI (Medco Power Indonesia);  Vitruvian Pilates; KUDOS Creative Activities, Perum Pegadaian Ciputat,  dan segenap donatur-donatur pribadi yang telah memberikan kepercayaannya kepada kami.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>We are just a drop of water in the endless sea but we shouldn&#8217;t give up</strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong>Itu kata-kata Bunda Theresia yang saya lihat dari film autobiographynya. Ketika itu, Beliau masih dalam tahap awal pergerakan dengan <em>Missionaries of Charity</em> -nya. Keyakinan itu jugalah yang kemudian membawanya mendapatkan nobel perdamaian dan mengantarnya memberikan kontribusi nyata untuk kebaikan dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekali lagi Teman-teman..</p>
<p style="text-align: justify;">Terimakasih dan Mari tetap peduli&#8230;</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">
</blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gempita.org/gempita-events/we-are-just-a-drop-of-water-in-the-endless-sea/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Jalan GUS DUR&#8230;</title>
		<link>http://gempita.org/peduli-dan-cinta-tanah-air/selamat-jalan-gus-dur/</link>
		<comments>http://gempita.org/peduli-dan-cinta-tanah-air/selamat-jalan-gus-dur/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 15:40:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Frenia Nababan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peduli dan cinta tanah air]]></category>
		<category><![CDATA[Demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Dur]]></category>
		<category><![CDATA[Interfaith]]></category>
		<category><![CDATA[K.H Abdurrahman Wahid]]></category>
		<category><![CDATA[Wafat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gempita.org/?p=210</guid>
		<description><![CDATA[Telah berpulang kepada sang PENCIPTA, Kyai Haji Abdurrahman Wahid, atau yang akrab dipanggil Gus Dur. Beliau lahir di Jombang, Jawa Timur, 7 September 1940  dan wafat pada pukul 18.45 ,30 Desember 2009 Di Jakarta pada umur 69 tahun. Beliau adalah tokoh Muslim Indonesia dan pemimpin politik yang menjadi Presiden Indonesia yang keempat dari tahun 1999 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-thumbnail wp-image-211       alignleft" title="Gus Dur RI1" src="http://gempita.org/wp-content/uploads/2009/12/Gus-Dur-RI1-80x80.jpg" alt="Gus Dur RI1" width="80" height="80" />Telah berpulang kepada sang PENCIPTA, Kyai Haji Abdurrahman Wahid, atau yang akrab dipanggil Gus Dur.</p>
<p>Beliau lahir di Jombang, Jawa Timur, 7 September 1940  dan wafat pada pukul 18.45 ,30 Desember 2009 Di Jakarta pada umur 69 tahun. Beliau adalah tokoh Muslim Indonesia dan pemimpin politik yang menjadi Presiden Indonesia yang keempat dari tahun 1999 hingga 2001.</p>
<p>Pembawaannya yang santai terkadang membuat pemikiran-pemikirannya dipertanyakan. Namun bangsa Indonesia mengakui kecerdasan dan kesederhanaannya.</p>
<p>Diantara sekian banyak ajaran dan pandangannya,<br />
Interfaith (dialog antar agama) dan Demokrasi adalah harga mati<br />
adalah yang utama&#8230;</p>
<p>Dari beliau kita belajar&#8230;<br />
Setiap manusia, apapun Agama, Latar Belakang, dan kedudukan sosialnya memiliki hak yang sama&#8230;</p>
<p>Maka tidak mengherankan ketika banyak komentar kehilangan yang terlontar dari berbagai tokoh agama dan tokoh masyarakat saat mendengar berita tentang kepergiannya.</p>
<p>Terimakasih telah memberikan pelajaran yang berharga:</p>
<p><strong>Bahwa Indonesia memang indah karena keberagamannya..</strong></p>
<p>Indonesia kehilangan salah satu tokoh yang ber-visi luar biasa..<br />
Sebagai Generasi Muda mari kita melanjutkan nilai-nilai warisannya yang mulia&#8230;</p>
<p>Selamat Jalan, Bapak Bangsa&#8230;<br />
Kami, GEMPITA, Turut Berduka&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gempita.org/peduli-dan-cinta-tanah-air/selamat-jalan-gus-dur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Koin Keadilan Prita Mulyasari</title>
		<link>http://gempita.org/peduli-sesama/koin-keadilan-prita-mulyasari/</link>
		<comments>http://gempita.org/peduli-sesama/koin-keadilan-prita-mulyasari/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 06:29:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peduli sesama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gempita.org/uncategorized/koin-keadilan-prita-mulyasari/</guid>
		<description><![CDATA[Teman-teman, kalau ada yang peduli dan berminat untuk ikut menyumbangkan koin keadilan untuk Prita Mulyasari, ini beberapa alamat yang bisa dihubungi. Silahkan: Koin Keadilan: JAKARTA: Wetiga (Warung Wedangan W-Fi), Jalan Langsat 1/3A, Kramat Pela, Jakarta Selatan. Sore sampai dini hari (Minggu tutup). BANDUNG: Tobucil &#38; klabs, Jalan Aceh 56 Bandung 40113 t/f. +62 22 4261548 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Teman-teman, kalau ada yang peduli dan berminat untuk ikut menyumbangkan koin keadilan untuk Prita Mulyasari, ini beberapa alamat yang bisa dihubungi. Silahkan:</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Koin Keadilan:</strong></p>
<ul style="text-align: left;">
<li> JAKARTA: Wetiga (Warung Wedangan W-Fi), Jalan Langsat 1/3A, Kramat Pela, Jakarta Selatan. Sore sampai dini hari (Minggu tutup).</li>
<li>BANDUNG: Tobucil &amp; klabs,  Jalan Aceh 56 Bandung 40113 t/f. +62 22 4261548 atau  kontak; Wiku Baskoro – 022-4261548. Jam 9 pagi hingga jam 8 malam.</li>
<li>BANDUNG: Yayasan kalyANamandira Jalan Klininingan III 9B Buahbatu – Bandung t/f. +62 22 7323303 kontak Ijul, Zamzam &amp; Erus.</li>
<li>YOGYAKARTA: ANGKRINGQ Cafe, Jalan Pandega Satya Nomor 10 Kaliurang Km 5,3 Yogyakarta t/f. +62 274 586266 atau kontak; Fachry – 0817441165 &amp; Nana – 081804166735. Jam 10 pagi hingga jam 11 malam</li>
<li>YOGYAKARTA: Female Radio Jogja, Jalan Yos Sudarso 27A, Kota Baru – Yogyakarta atau kontak Dian Purnomo – 081326151767</li>
<li>BALI: SLOKA institute, Jalan Noja Ayung 3 Gatsu Timur – Denpasar atau kontak Luh De Suriyani – 08123986124, Selasa – Jumat  jam 10 pagi hingga 4 sore</li>
<li>SAMARINDA: Warnet Groovy, depan STMIK WICIDA, Jalan M. Yamin 80 RT 28 – Samarinda atau kontak Adam Febrianata – 085246811220</li>
<li>PALEMBANG: Sriwijaya FM, Jalan Kasnaryansah 66 Palembang atau kontak Sekar – 08197870878 &amp; Arie – 08117101090</li>
</ul>
<p style="text-align: left;"><strong>Koin Peduli Prita:</strong></p>
<ul style="text-align: left;">
<li> JAKARTA: Markas Sehat – 71284653, Komplek PWR no 60 Jatipadang, Ragunan, Jakarta Selatan</li>
<li> SAWANGAN: Samsul NA : 0818-769284, Puri Anggrek Mas Blok D 2 no 4 Pancoranmas, Sawangan, Depok</li>
<li>BINTARO: Esti Gunawan : 0811 101497, Cimandiri V blok FF1 No. 36 Bintaro Jaya, Banten</li>
<li>SERPONG: Albert/Ria – 0811873004, Jl Raya Kelapa Sawit BD 12 No 22, Gading Serpong</li>
<li>JAKARTA: Lia – 081318877223, Jl Balimatraman, Al-Ikhlas II no.21 TR14/05, Manggarai Selatan, Tebet</li>
<li>BOGOR: Della Najla – Hp : 081513162427, Jl. Pekojan no. 45, Empang, Bogor</li>
<li style="text-align: left;">TANGERANG: Heni Nuraina – 08128085617, Medang lestari D III B 103, Tangerang</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gempita.org/peduli-sesama/koin-keadilan-prita-mulyasari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>18.442 orang terinfeksi HIV di Indonesia, what can we do now?</title>
		<link>http://gempita.org/peduli-diri-sendiri/18-442-orang-terinfeksi-hiv-di-indonesia-what-can-we-do-now/</link>
		<comments>http://gempita.org/peduli-diri-sendiri/18-442-orang-terinfeksi-hiv-di-indonesia-what-can-we-do-now/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 03:25:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peduli diri sendiri]]></category>
		<category><![CDATA[Peduli sesama]]></category>
		<category><![CDATA[HIV/AIDS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gempita.org/uncategorized/18-442-orang-terinfeksi-hiv-di-indonesia-what-can-we-do-now/</guid>
		<description><![CDATA[Entah berapa 1 Desember yang sudah kita lewati bersama-sama. Sedihnya, setiap tanggal 1 Desember kita masih terus disuguhi bertambahnya angka orang yang terpapar HIV. Yang paling menyedihkan adalah, bukan cuma mereka yang dewasa dan memiliki tanggung jawab penuh atas perilakunya saja yang memiliki resiko tertular. Bahkan istri yang tidak pernah berhubungan seksual dengan orang lain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Entah berapa 1 Desember yang sudah kita lewati bersama-sama. Sedihnya, setiap tanggal 1 Desember kita masih terus disuguhi bertambahnya angka orang yang terpapar HIV.</p>
<p>Yang paling menyedihkan adalah, bukan cuma mereka yang dewasa dan memiliki tanggung jawab penuh atas perilakunya saja yang memiliki resiko tertular. Bahkan istri yang tidak pernah berhubungan seksual dengan orang lain selain suaminya, ternyata juga banyak ditemukan tertular HIV. Tanpa maksud mencari siapa yang salah dan siapa yang terkalahkan, tapi fakta bahwa HIV menjadi semakin common dalam kehidupan kita saat ini, harus mulai disadari bersama-sama.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-medium wp-image-180    aligncenter" title="peduli-aids1" src="http://gempita.org/wp-content/uploads/2009/12/peduli-aids1-300x270.jpg" alt="peduli-aids1" width="300" height="270" /></p>
<p style="text-align: left;">Di Indonesia, ada 6 propinsi yang dinyatakan sebagai propinsi terkonsentrasi HIV, dimana jumlah orang terpapar HIV sudah mencapai angka lebih dari 5% dari jumlah penduduknya. Propinsi tersebut adalah, Papua, DKI Jakarta, Riau, Bali, Jawa Timur dan Jawa Barat. Yang berada di luar propinsi itu, tidak disarankan untuk langsung berdiri dan bersorak, karena &#8211; sekali lagi &#8211; fenomena gunung es masih berlaku dalam kasus HIV ini. Sementara teman-teman yang tinggal di enam propinsi tersebut, disarankan untuk segera mengetahui status HIV-nya. Positif ataukah negatif.</p>
<p style="text-align: left;">Saya ingat punya seorang teman yang pernah bekerja untuk HIV di sub saharan Afrika. Dia cerita kalau di sana setiap orang pernah berinteraksi dekat dengan ODHA, atau banyak juga diantaranya yang ODHA. Contoh gampangnya gini nih,</p>
<p style="text-align: left;">*  Adik saya ODHA<br />
* Saya baru saja menolong persalinan seorang ODHA, untunglah anaknya negatif<br />
* Satu lagi kasus ODHA dikeluarkan dari pekerjaan di kantor saya<br />
* Ibu saya ODHA padahal dia tidak pernah berhubungan dengan laki-laki lain selain ayah saya. Ayah saya sendiri meninggal setahun lalu karena TBC,</p>
<p style="text-align: left;">Pernyataan-pernyataan seperti di atas itu dan padanannya mudah sekali ditemukan di Afrika. Hal serupa bisa saja terjadi di Indonesia, kalau kita tidak mencegahnya. Saat ini jumlah orang yang terinfeksi HIV 18.442 orang (Data Dinkes Sep 09), diperkirakan tahun 2010 nanti jumlahnya bisa mencapai 130 ribu orang. Wah, kok meledak sekali? Bukan meledak, tapi angka yang sesungguhnya memang kadang tidak terungkap. Jadi kalau sekarang data cuma ada di angka 18 ribu, mungkin jumlah sesungguhnya bisa 10 kali lipat dari itu.</p>
<p style="text-align: left;">Now the question is, how can we play role in the prevention of HIV infection?</p>
<p style="text-align: left;">Iya dong, kita harus punya peran untuk mencegah penularan HIV ini. Setia, tidak berhubungan seks atau memakai kondom pasti sudah tahu dong ya?  Nah, ada cara lain lagi nggak? Pasti ada.</p>
<p style="text-align: left;">Kalau memang dalam salah satu fase hidup kita pernah merasa melakukan tindakan yang mengandung resiko terpapar HIV, maka VCT is a must. Ada banyak klinik VCT (tes HIV secara suka rela) di Indonesia ini. Silahkan datang dulu, ngobrol-ngobrol sama konselornya. Nah, sekarang, tindakan apa yang memungkinkan terpapar HIV?</p>
<p style="text-align: left;">* Berhubungan seks tidak aman<br />
* Bertukar jarum suntik<br />
* Tattoo dan tidak yakin jarumnya baru atau enggak<br />
* Transfusi darah dan tidak yakin jarumnya baru atau enggak<br />
* dst</p>
<p style="text-align: left;">Nah, sepulang dari VCT, boleh dikatakan kita baru mulai salah satu tahap pencegahan. Kalau ternyata negatif, kita bisa jauh-jauh dari melakukan hal-hal yang beresiko terpapar HIV, kalau ternyata positif, tenangggg… DUNIA BELUM BERAKHIR.</p>
<p style="text-align: left;">Banyak kelompok dukungan yang bisa membantu kita mendapatkan informasi. Dimana mendapatkan obatnya, gaya hidup seperti apa yang harus kita ikuti, beraktifitas positif bersama-sama akan membuat kita bersemangat lagi. Karena saya punya banyak sekali teman yang terpapar HIV dan mereka sehat-sehat saja, justru jauh lebih aktif ketimbang dulu sebelum mereka mengetahui statusnya. Yang jelas tanggung jawab kita kalau mendapati status positif adalah: tidak menyalahkan siapapun dan tidak berusaha mencari teman dengan menularkan HIV pada orang lain.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gempita.org/peduli-diri-sendiri/18-442-orang-terinfeksi-hiv-di-indonesia-what-can-we-do-now/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemberitahuan Pindah Server</title>
		<link>http://gempita.org/uncategorized/pemberitahuan-pindah-server/</link>
		<comments>http://gempita.org/uncategorized/pemberitahuan-pindah-server/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2009 02:30:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gempita.org</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gempita.org/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[gempita.org akan melakukan pemindahan server terhitung mulai hari ini hingga beberapa hari kedepan. Diperkirakan akan memakan waktu 2 atau 3 x 24jam. Mohon maaf apabila terjadi gangguan dalam pemindahan server ini. Terima kasih atas perhatiannya dan partisipasinya selama ini. Semoga di server yang baru gempita.org akan lebih maju terutama memajukan Negara Indonesia tercinta ini. SELESAI [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="text-decoration: line-through;">gempita.org akan melakukan pemindahan server terhitung mulai hari ini hingga beberapa hari kedepan. Diperkirakan akan memakan waktu 2 atau 3 x 24jam. Mohon maaf apabila terjadi gangguan dalam pemindahan server ini. Terima kasih atas perhatiannya dan partisipasinya selama ini. Semoga di server yang baru gempita.org akan lebih maju terutama memajukan Negara Indonesia tercinta ini.</span> <img src='http://gempita.org/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>SELESAI SEMUA.. Mohon Maaf apabila ada beberapa fitur, komentar, atau postingan/artikel yang hilang saat proses pindah server.. admin juga manusia.. katanya sih.. :p</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gempita.org/uncategorized/pemberitahuan-pindah-server/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
