Memaknai Kehilangan

October 9, 2008 by · 10 Comments
Filed under: Peduli diri sendiri 

BudhiPatria Listyawan Setia Joeangkara Sihombing Nababan.(Budhi)

Anak pertama dari 5 bersaudara, My beloved brother..telah dipanggil olehNYA pada hari ke-3 lebaran, setelah koma selama 2×24 jam di rumah sakit.

Hari istimewa seperti Lebaran, lewat begitu saja dalam hitungan kami, ketika kami dihadapkan oleh waktu yang dihitung menit demi menit, jam demi jam, menunggu kesadarannya kembali.

Kami sekeluarga, saudara-saudara, teman-teman, tetangga, semua merasa tersentak…merasa kecolongan. Bukan tanpa sebab kami merasa seperti itu, Almarhum adalah orang yang penuh vitalitas hidup. Pantang menyerah menghadapi apapun halangan yang dihadapinya, meskipun dia dilahirkan tidak dapat mendengar, namun tidak pernah kami melihatnya takut, minder atau merasa terbatas. Namun sebaliknya, ketika orang-orang melakukan 100 % untuk belajar, maka dia mengusahakan 150%. Ketika kami berkomunikasi dan menjalin pertemanan dengan 10 orang, dengan caranya sendiri dia dapat membuatnya 10 kali lebih banyak.

Beberapa hari setelah kepergiannya, kami mengalami penyesalan yang mendalam. Tidak cukup berkomunikasi, tidak cukup menyayangi, tidak cukup menemani, terlalu sibuk dengan urusan sendiri, hanya sebagian kecil diantara penyesalan -penyesalan kami. Hingga pada suatu hari kata-kata menggema ditelinga kami, Tuhan Lebih TahuMaknai dengan Hati, karena logika, tidak akan pernah membuat kita rela.

Maka inilah yang kami dapatkan dari memaknai :

Dia mengajarkan kami untuk berhenti, menyapa, melayani dan berbicara dengan semua orang, seperti selayaknya semua manusia ingin dihargai.

Dia mengajarkan kami untuk tidak pernah menyerah. (Ketika dia mengatasi keterbatasannya dari lahir dengan mandiri, maka keterbatasan dalam hidup yang kami ciptakan sendiri harus mampu kami lewati)

Dia mengajarkan kami berbicara dan mencinta dengan cara yang berbeda. Ketika kata terbataskan jumlahnya, maka keberadaan hidup yang ditanggung bersama adalah inti dari cinta.

Disinilah kami berada, di tepi kehilangan.

Tepi dimana kesedihan mengangga dengan lebar

Diantara penyesalan atau impian-impian

Ujung diantara terperosok jatuh atau melangkah lebih maju dan jauh

Diantara menyesali kematian atau memaknai kehidupan…

Kami harus memilih…

Dengan cinta dan semangatnya yang akan terus hidup dihati kami,

kami memilih untuk mengejar impian, melangkah maju dan memaknai kehidupan

Untuk kehidupan kami sendiri dan untuk kehidupan dan mimpi-mimpinya..

Selamat jalan Anak, Abang, Saudara dan teman kami tercinta Patria/Budhi…

Kami yakin Tuhan lebih tahu dan mampu untuk memaknai hidup dan menyayangimu…

Terimakasih untuk saudara, teman-teman yang berada disisi kami, mengulurkan simpati dan membantu kami memaknai…semoga hidup Almarhum memberikan kita semua inspirasi..

Berteman Di Dunia Maya

September 26, 2008 by · Leave a Comment
Filed under: Peduli diri sendiri 

Di zaman Internet seperti sekarang dunia jadi terbuka lebar. Banyak hal bisa terjadi, termasuk berkenalan dan menjalin persahabatan dengan banyak orang. Bahkan jatuh cinta dengan teman yang ditemui di dunia maya bukan menjadi barang baru lagi. Padahal, fenomena kencan dalam dunia maya merupakan ancaman yang serius bagi pasangan yang telah mempunyai ikatan di dalam dunia nyata.
Masalahnya, banyak orang yang terlena lewat nikmatnya berkomunikasi lewat Internet. Ngobrol, atau istilahnya chatting, merupakan cara termudah untuk menjalin persahabatan, termasuk bagi mereka yang tinggal di daerah terpencil, juga bagi mereka yang kurang mampu secara fisik, kaum tua, dan mereka yang pemalu atau rendah diri. Internet memberi kesempatan untuk membangun rasa percaya diri dan mengembangkan keterampilan sosial tanpa “ancaman” lingkungan. Misalnya, tanpa takut orang tahu bahwa ia memiliki cacat fisik, tak memiliki wajah cantik atau tampan, dan sebagainya. Tetapi bagi sebagian orang lagi, kemudahan akses ini menciptakan masalah baru.
Komunikasi lewat internet memungkinkan terciptanya kedekatan suatu hubungan dengan mudah dan cepat. Bila kita berbicara dengan seseorang tanpa berhadapan langsung, kita akan merasa leluasa. Kita tidak akan melihat ekspresi muka lawan bicara jika mereka tidak percaya dengan apa yang kita katakan. Di sisi lain, lawan bicara juga tidak dapat melihat muka kita yang panik atau malu. Hal ini berarti sebelum saling bertemu, kita bisa terlebih dahulu saling memberikan informasi pribadi masing-masing.
Sisi negatifnya adalah bila tidak dapat melihat wajah lawan bicara, sulit bagi kita untuk mengetahui apakah dia berbohong atau tidak. Kita sendiri pun demikian, dapat dengan leluasa menceritakan sesuatu yang tidak benar mengenai pribadi kita. Dan bagi mereka yang putus asa dalam mendapatkan sahabat ataupun kekasih, maka mereka akan membayangkan lawan bicara sebagai calon pasangan sempurna seperti yang didambakan selama ini.
Pertemanan lewat internet dapat berlangsung lama. Dari hasil suatu penelitian terbukti, 75 persen hubungan yang dimulai melalui Internet sama berhasilnya dengan hubungan tatap muka langsung. Ada yang mengatakan, hubungan yang terjalin melalui Internet lebih dapat bertahan lama karena kedua pasangan telah saling mengenal satu sama lain sebelum terikat. Biasanya kita bertemu langsung dengan seseorang kemudian memutuskan apakah hubungan tersebut akan berlanjut atau tidak. Nah, di dunia maya, yang terjadi adalah sebaliknya.

Bagi mereka yang merasa kesepian atau merasa diasingkan, Internet merupakan tempat di mana mereka dapat menemukan seseorang sebagai pendengar yang baik. Apa pun alasan untuk tidak bahagia (patah hati ataupun masalah pribadi lainnya), internet dapat menjadi hiburan yang menggoda. Celakanya, berkenalan dengan seseorang di internet sering memperburuk keadaan. Banyak suami ataupun istri marah karena pasangannya menghabiskan begitu banyak waktunya di Internet dan tidak meluangkan waktu untuk berdua. Semakin banyak waktu yang dihabiskan dengan seseorang di Internet, semakin jauh hubungan kita dan pasangan kita.

Keterikatan perasaan kita yang semakin jauh dengan pasangan, memungkinkan terjadinya perselingkuhan dengan teman kencan di dunia maya. Banyak orang yang melakukan chatting melalui Internet karena memang sengaja ingin mencari teman kencan. Tetapi sebenarnya pertemuan di dunia maya bertujuan untuk memulai persahabatan. Sebegitu cepatnya kedekatan yang berkembang melalui Internet, sampai-sampai membuat banyak orang terkejut mendapati bagaimana cepatnya hubungan Internet berubah menjadi hubungan yang lebih intim dan bersifat dekat.
Ada yang mencoba membenarkan perilaku mereka dengan beralasan, hubungan yang terjadi bukanlah perselingkuhan. Tetapi para konsultan perkawinan sepakat, jika ada seseorang yang mengingkari kepercayaan pasangannya, seringkali karena menjalani perselingkuhan di dunia maya.
Bila kita melakukan kencan melalui Internet, sadarilah, hal ini tidak akan membantu mengatasi masalah yang sedang dihadapi. Memang betul, kita pribadi menikmati hubungan yang terjalin, tapi itu hanyalah sementara dan hanya untuk jangka waktu yang pendek. Pada akhirnya kita malah akan menghadapi masalah yang lebih pelik karena harus menentukan pilihan tentang masa depan hubungan yang mungkin sudah kita miliki.
Bila curiga pasangan berselingkuh melalui Internet, ada baiknya kita perlu mengerti permasalahannya. Terlebih dahulu selesaikan masalah yang terjadi. Berikutnya, buat komitmen untuk bersama-sama melakukan perubahan demi hubungan berdua. Banyak orang yang mengalami hal ini mengikuti konseling, baik sendiri maupun bersama pasangannya, untuk memperbaiki kesalahan yang telah mereka perbuat, yaitu berselingkuh melalui internet. Herlandar Irda Rodeta

« Previous Page