GEMPITA (Generasi Muda Pencinta Indonesia) adalah gerakan moral yang dicetuskan pada tanggal 16 Agustus 2007 di Semarang, Jawa Tengah. Gerakan ini berdiri atas keprihatinan melihat tanah air kami. Setelah kemerdekaan, bangsa Indonesia masih memiliki banyak masalah sosial, politik, ekonomi, kesehatan, kebudayaan dan masalah-masalah lainnya yang membuat Indonesia tidak mudah bergerak kearah yang lebih maju dan sejahtera. Kami, sebagai generasi muda menyadari hampir semua masalah yang dihadapi berawal dari perilaku. Oleh karena itu, tujuan utama dari gerakan ini adalah mempromosikan perilaku yang positif bagi pembangunan dan kemajuan Indonesia. Target utama dari Promosi perilaku adalah generasi muda berkebangsaan Indonesia, baik berdomisili di dalam maupun di luar negeri, yang memiliki kepedulian untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik. 3 Perilaku utama yang saat ini kami promosikan adalah: Peduli, untuk meningkatkan kompetensi diri Peduli, kepada sesama Peduli, dan Cinta kepada Indonesia GEMPITA bukan gerakan yang bersandar pada aliran politik, aliran agama atau aliran kepercayaan tertentu. Setiap orang Indonesia atau orang yang mencintai Indonesia dapat menjadi anggota GEMPITA. Organisasi ini bersifat terbuka dan tidak mengikat.
Menjadi Bahagia
Setiap orang pasti punya banyak keinginan; ingin punya mobil, ingin langsing ingin gaji besar, ingin ini; ingin itu dan ingin ingin yang lainnya, tapi apa reaksi kita ketika keinginan tersebut tidak terpenuhi? kita semua pasti akan menjawab sama 'KECEWA' kita akan merasa susah selamanya. Lalu bagaimana jika keinginan tersebut [...]
Read More18.442 orang terinfeksi HIV di Indonesia, what can we do now?
Entah berapa 1 Desember yang sudah kita lewati bersama-sama. Sedihnya, setiap tanggal 1 Desember kita masih terus disuguhi bertambahnya angka orang yang terpapar HIV. Yang paling menyedihkan adalah, bukan cuma mereka yang dewasa dan memiliki tanggung jawab penuh atas perilakunya saja yang memiliki resiko tertular. Bahkan [...]
Read MoreMemaknai Kehilangan
Patria Listyawan Setia Joeangkara Sihombing Nababan.(Budhi) Anak pertama dari 5 bersaudara, My beloved brother..telah dipanggil olehNYA pada hari ke-3 lebaran, setelah koma selama 2x24 jam di rumah sakit. Hari istimewa seperti Lebaran, lewat begitu saja dalam hitungan kami, ketika kami dihadapkan oleh waktu yang dihitung menit [...]
Read MoreBisikan Cita Merah-Putih
Pijar semesta warna Di tengah himpitan tangan-tangan rakus kuasa Di antara suara-suara berteriak inginkan gedung baru Di hadapan hamparan senja Di tepian keindahan panorama sampah-sampah berserak selimuti kota Di samping sosok-sosok gundah sayap-sayap patah indonesiaku Aku bersaksi Akan datang pembaharu dari tanah gersang ini Berlari mengejar mimpi Bersama udara-udara kematian yang melanda Bersama penyakit-penyakit kronis [...]
Read MoreMenjadi Bahagia
Setiap orang pasti punya banyak keinginan; ingin punya mobil, ingin langsing ingin gaji besar, ingin ini; ingin itu dan ingin ingin yang lainnya, tapi apa reaksi kita ketika keinginan tersebut tidak terpenuhi? kita semua pasti akan menjawab sama ‘KECEWA’ kita akan merasa susah selamanya. Lalu bagaimana jika keinginan tersebut terpenuhi? maka kita akan merasa senang. [...]
Read Moreme-(N)anti
terpuruk dalam gelas jaman ini menanti rusaknya pelita pelita negeri ini asap borjuis kronis terintegrasi massif dalam daging kami menjajah nurani kian lama kian menjadi aaaahhh kami bosan ide-ide berserakan di taman makam pahlawan entah apa namanya mungkin sudah terinjak dan dilupakan atau malah dikarungkan dan dihilangkan aaaahhh kami lelah berorasi siang malam jejak suara [...]
Read MorePerempuan, Menjadi Sama atau Beda??
Perempuan dan Bahasa Aku adalah Subjek Ketika aku diwakilkan dalam kalimat “Bapak membaca koran dan Ibu menanak nasi” atau Saat kesejajaran menjadi tema yang membumi Dalam bentuk emansipasi yang sepenuh atau setengah hati Aku adalah Predikat Ketika hanya aku yang mewakili satu kata Saat aku ada dan bisa mengada Melahirkan nyawa ke dunia dan bahagia [...]
Read MoreWHEN PWD’S Means Person With Different and many ability…
I went to training on Disability, Gender and development in Bangkok on March 8- 21, 2010. The training was held in APCD (Asia-Pacific Development Center on Disability) building, it was supported by APCD and JICA. I was representing GEMPITA (as SEHJIRA’s partner) and also as a sign language interpreter for my friend Angkie Yudistia from [...]
Read MoreWe are just a drop of water in the endless sea
Teman-teman dan Sahabat GEMPITA, Tahun 2009 telah berganti dan sepanjang tahun tersebut telah terselenggara beberapa kegiatan yang kita jalani bersama sebagai GEMPITA dan sebagai bagian dari masyarakat Indonesia. Kegiatan GEMPITA pada tahun 2009 di mulai dengan menjadi bagian di Pelatihan Kemandirian Remaja Tuna Rungu ke -4, 18-20 Juli 2009, yang terselenggara berkat kerjasama dengan teman-teman [...]
Read More